Share

Tubuh Pasien Henti Jantung Membiru Masih Bisa Selamat, Ini Kuncinya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 11 Juli 2022 13:20 WIB
$detail['images_title']
Pertolongan pertama pasien henti jantung (Foto: Medicaldaily)

DOKTER Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Center dr Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K) mengimbau kepada masyarakat agar tidak putus asa atau bahkan pasrah ketika mengetahui sanak famili ada yang kena henti jantung. Sebab, penyakit tersebut bisa diselamatkan dari kematian.

Sekalipun pasien sudah pingsan, badan membiru, bahkan napas sangat lemah, dr Ario menegaskan, pasien masih tetap punya peluang untuk pulih. Karena itu, waktu menjadi penting di sini.

Henti jantung

"Semakin cepat pasien dibawa ke rumah sakit, semakin besar kemungkinan dia bisa pulih kembali sekalipun sudah pingsan, badan membiru, bahkan napas lemah," terang dr Ario saat dihubungi MNC Portal, Sabtu (9/7/2022).

BACA JUGA : Seberapa Besar Peluang Selamat dari Serangan Tembakan yang Sebabkan Henti Jantung seperti Shinzo Abe?

BACA JUGA : Begini Pertolongan Pertama pada Pasien Henti Jantung Seperti yang Dialami Shinzo Abe

Dokter Ario mengimbau sekali kepada masyarakat untuk tidak kemudian membiarkan pasien tidak mendapat penanganan medis sekalipun saat pengecekan napas di hidung sudah tidak terasa udara napasnya.

"Perlu masyarakat tahu bahwa napas yang lemah atau tak ada napas sekalipun saat dilakukan pengecekan menggunakan jari misalnya, bukan berarti seseorang sudah meninggal dunia. Bisa saja napas tak teraba, tapi ternyata jantungnya masih aktif dan otaknya tetap berfungsi," ungkap dr Ario.

"Kalau kejadian seperti itu artinya pasien masih bisa diberi pertolongan dan kemungkinan pulih tetap ada. Karena itu, jangan tunda dibawa ke rumah sakit," tambahnya.

Pada beberapa kasus, sambungnya, napas pasien dilaporkan sudah tak teraba oleh keluarga, tapi ketika alat perekam denyut jantung dipasang, terlihat detak jantung masih terbaca walau lemah sekalipun. Ini artinya, penetapan seseorang sudah meninggal atau tidak bukan hanya berdasar dari cek napas di hidung.

"Makanya, banyak kasus non-medis sudah dinyatakan meninggal, tapi kemudian si pasien memberi tanda kehidupan saat dimandikan atau sebelum dikebumikan. Ini mengartikan, penetapan seseorang meninggal dunia atau tidak memang diperlukan penunjang lain," jelasnya.

"Seorang dokter pun tidak sembarang menetapkan seseorang telah meninggal. Ada pemeriksaan lanjutan yang perlu dilakukan untuk benar-benar memastikan pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal," tambah dr Ario.

1
2