Share

Awas! Kaki Sering Kram Bisa Jadi Pertanda Sederet Penyakit Ini

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 11 Juli 2022 12:10 WIB
$detail['images_title']
Kaki sering kram bisa jadi pertanda penyakit (Foto: Timesofindia)

HAMPIR semua orang pernah mengalami kram pada bagian kaki. Kondisi ini sebenarnya tidak selalu menjadi pertanda serius. Lantas kram pada kaki tanda penyakit apa?. Berikut ulasannya dirangkum dari berbagai sumber.

Menurut Healthline kram pada kaki lebih sering terjadi pada orang dengan kondisi medis, seperti diabetes atau penyakit hati. Dengan diabetes, seseorang berpeluang alami neuropati perifer, kondisi yang menyebabkan kerusakan saraf di jari tangan dan kaki.

Kram Kaki

Dalam kasusnya, berdasarkan penelitian bahwa 50-60% orang dewasa dan 7% anak-anak mengalami kram, dan kemungkinannya meningkat seiring bertambahnya usia.

"Orang atau lebih tua lebih mungkin mengalami kram kaki. Kehilangan otot dimulai dari pertengahan 40-an dan meningkat jika seseorang tidak aktif dapat meningkatkan risiko kram," keterangan dalam Medical News Today, dikutip Senin (11/7/2022). 

BACA JUGA : Kram Kaki Diduga Jadi Penyebab Hilangnya Eril di Sungai Aare, Begini 3 Cara Mencegahnya

Sementara itu, menurut Medical News Today, mengalami kram kaki disebabkan oleh kondisi mendasar yang berkaitan dengan sistem saraf, sirkulasi, metabolisme, atau hormon. Beberapa obat juga dapat meningkatkan risiko.

BACA JUGA : Ridwan Kamil Ungkap Eril Punya Lisensi Menyelam, Duga Putranya Kram saat Berenang

Berikut kondisi yang dapat menyebabkan kram meliputi:

- Penyalahgunaan alkohol

- Sirosis

- Gagal ginjal kronis

- Hemodialisis

- Pengobatan kanker

- Kelelahan otot

- Penyakit pembuluh darah

- Penyakit Parkinson

- Penyakit arteri perifer (PAD)

- Sindrom kaki gelisah

- Kehamilan, terutama pada tahap selanjutnya

- Penyakit saraf motorik

Follow Berita Okezone di Google News

- Penyakit Lou Gehrig (amyotrophic lateral sclerosis, atau ALS)

- Iritasi atau kompresi saraf tulang belakang

- Pengerasan pembuluh darah

- Stenosis tulang belakang

- Penyakit tiroid dan masalah hormonal

- Infeksi kronis

- Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

- Penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal

- Diabetes, terutama diabetes tipe 2

- Fibromyalgia

1
2