Share

Sempat Dipakai Jadi Alasan oleh Medina Zein, Yuk Kenali 11 Cara Obati Bipolar

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 11 Juli 2022 11:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Gangguan Bipolar. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT bipolar memang seakin dikenal masyarakat, setelah artis cantik Mashanda sempat dinyatakan hilang karena gangguan bipolar yang dia derita. Penyakit ini pun sempat dijadikan alasan oleh Medina Zein, meskipun ternyata tidak terbukti.

Bipolar sendiri adalah gangguan mental yang harus mendapatkan penanganan serius oleh profesional, baik psikolog atau psikiater. Jika tidak segera mendapatkan pengobatan tepat, maka gejalanya dapat bertambah parah.

Menurut National Health Service Inggris, episode mania pada bipolar dapat berlangsung antara 3 dan 6 bulan bila tidak ditangani. Episode depresi pada bipolar yang dibiarkan bahkan cenderung berlangsung lebih lama, sering kali memakan waktu 6-12 bulan. Sebaliknya, dengan pengobatan bipolar yang tepat, berbagai episode biasanya membaik dalam waktu sekitar tiga bulan.

Dijelaskan oleh Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, jika pasien telah melewati pemeriksaan oleh profesional dan dinyatakan memiliki bipolar, maka selanjutnya ia akan diarahkan ke psikiater untuk mendapatkan perawatan psikofarmakoterapi.

“Psikofarmakoterapi adalah terapi menggunakan obat. Ini menjadi langkah awal, karena orang dengan bipolar perlu ditangani terlebih dahulu neurotransmitter-nya. Karena kalau ini tidak dilakukan, mood akan masih tidak stabil,” ucap Ikhsan seperti dilansir dari KlikDokter.

Untuk mengobati bipolar, ada sejumlah obat yang dapat diresepkan oleh dokter. Jenis dan dosis obat yang diresepkan biasanya didasarkan pada keparahan gejala yang dialami pasien.

Bipolar

Obat-obatan untuk bipolar meliputi:

Penstabil Mood

Orang dengan bipolar memerlukan penstabil mood untuk mengontrol episode manik atau hipomanik. Jenis obatnya mencakup asam valproat, lithium, divalproex sodium, lamotrigin, dan carbamazepine.

Antipsikotik

Diresepkan jika gejala depresi atau mania tetap ada, meskipun pengobatan lain sudah diberikan. Obat antipsikotik contohnya risperidone, olanzapine, quetiapine, ziprasidone, aripiprazole, lurasidone, dan asenapine. Dokter mungkin hanya meresepkan obat tersebut atau bersama dengan penstabil mood.

Antidepresan

Pasien mungkin akan mendapatkan tambahan obat antidepresan untuk membantu mengelola depresi. Karena antidepresan terkadang dapat memicu episode manik, obat ini biasanya diresepkan bersama penstabil mood atau antipsikotik.

Antidepresan-Antipsikotik

Ada obat gabungan fluoxetine (antidepresan) dan olanzapine (antipsikotik). Obat ini bekerja sebagai pengobatan depresi dan mood stabilizer.

 

Obat Anti-Kecemasan

Dokter juga dapat meresepkan obat untuk mengatasi gangguan cemas seperti benzodiazepin. Obat ini dapat membantu mengatasi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur. Biasanya penggunaannya untuk jangka pendek.

Menemukan obat yang tepat untuk penderita bipolar kemungkinan akan membutuhkan waktu dan beberapa kali percobaan. Jika satu obat yang diberikan tidak bekerja dengan baik, dokter biasanya akan meresepkan obat lain.

Proses menemukan obat bipolar yang tepat benar-benar membutuhkan kesabaran. Karena, beberapa obat membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk memberikan efek maksimal. Jangan mengubah dosis atau berhenti minum obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Sebab, pasien dapat mengalami perburukan bipolar.

Psikoterapi untuk Bipolar

Cara menyembuhkan bipolar dapat dilanjutkan dengan konseling dan terapi oleh psikolog. Psikolog akan memberikan psikoedukasi untuk penderita bipolar agar lebih memahami penyebab, gejala, dan hal apa yang dapat memicu depresi. Psikoterapi adalah bagian penting dari pengobatan bipolar. Berikut ini beberapa pilihan terapi yang diberikan untuk mengobati bipolar:

Interpersonal and Social Rhythm Therapy (IPSRT)

Fokus terapi pada stabilisasi ritme harian, seperti tidur, bangun, dan waktu makan. Rutinitas yang konsisten memungkinkan manajemen suasana hati yang lebih baik. Terapi ini dapat berkisar dari rutinitas harian seperti tidur, pola makan, dan olahraga.

Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Terapi ini berfokus untuk mengganti keyakinan dan perilaku yang tidak sehat serta negatif menjadi sehat dan positif. Terapi CBT dapat membantu mengetahui apa yang memicu episode bipolar. Strategi efektif untuk mengelola stres juga dipelajari.

Psikoedukasi

Terapis akan membantu mempelajari gangguan bipolar yang dialami agar dapat membantu diri dan memahami kondisi. Mengetahui apa yang terjadi juga dapat membantu untuk mendapat dukungan terbaik, mengidentifikasi masalah, membuat rencana untuk mencegah kekambuhan, dan tetap menjalani pengobatan.

Edukasi untuk Keluarga

Dukungan dan komunikasi keluarga dapat membantu orang dengan bipolar agar tetap berpegang pada rencana perawatan. Lalu, langkah tersebut juga membantu keluarga untuk mengenali tanda-tanda bipolar dan menanganinya dengan baik.

Pengobatan Lain

Jika obat dan terapi psikolog tidak juga membuat gejala bipolar membaik, maka perawatan lain mungkin dapat ditambahkan, misalnya electroconvulsive therapy (ECT). Terapi tersebut bisa menjadi pilihan pengobatan bipolar jika obat-obat kurang efektif dan ada kondisi serius tertentu.

Tapi, Ikhsan mengungkapkan, gangguan bipolar tidak bisa disembuhkan 100 persen atau hilang sama sekali. Namun, pengobatan yang diberikan dapat menurunkan gejala dan menciptakan perubahan mood yang lebih baik.

“Karena, pada penderita bipolar, ada masalah pada neurotransmitter di otak, yang menimbulkan ketidakseimbangan hormon. Jadi, konsumsi obat dan terapi hanya membantu mengurangi keparahannya, tidak bisa menyembuhkan,” papar Ikhsan.

1
3