Share

Bahaya di Balik Lezatnya Daging yang Dibakar Langsung dengan Api

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 10 Juli 2022 17:30 WIB
$detail['images_title']
Daging yang dibakar langsung dengan api (Foto: Shutterstock)

SAAT merayakan Idul Adha, biasa orang akan mendapat daging kurban yang melimpah. Daging kurban tersebut biasa diolah menjadi berbagai hidangan, salah satunya sate. 

Nah, bagi pencinta daging, perlu hati-hati dengan makanan olahan daging . Terlebih bila daging dibakar, bisa meningkatkan risiko kanker.

Hal tersebut disampaikan oleh Ahli gizi Primaya Hospital Tangerang, dr. Yohan Samudra. Mengingat saya ini hari raya Idul Adha, dia mengatakan perlu dipahami dalam mengolah daging.

Daging Dibakar

"Proses pengolahan daging pun juga harus diperhatikan, daging yang dibakar langsung dengan api seperti sate, steak atau iga bakar dan daging olahan seperti smoked beef, sosis, kornet akan semakin meningkatkan risiko kanker tersebut," kata dr Yohan kepada MNC Portal, Sabtu (9/7/2022)

Dalam batas porsi per minggunya, dr Yohan mengatakan hanya dikonsumsi sekitar 350 gram. Menurutnya dalam jangka panjang mengonsumsi daging merah, seperti kambing, sapi atau hewan berkaki empat lainnya, juga bisa memicu berbagai penyakit.

BACA JUGA : Cegah Kolesterol Naik saat Makan Daging Kurban, Hindari Bagian Ini!

BACA JUGA : Ini Alasan Kenapa Jangan Cuci Daging Kurban Sebelum Disimpan di Kulkas

Bukan hanya kanker, ternyata bagi pencinta daging merah dalam jangka panjang bisa sebabkan kanker usus. "Daging merah seperti dari sapi, kambing, domba, unta, dan hewan berkaki empat lainnya dibatasi sekitar 350 gr/minggu," katanya

"Dalam jangka panjang, mengonsumsi daging merah dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker kolon atau usus besar," ucap dr Yohan

Sekadar informasi, dalam daging kambing mengandung 63,8 miligram kolesterol per porsi (3 ons). Hal ini jauh lebih sedikit, kandungan kolesterolnya, dibandingkan daging sapi, babi yang 73,1 miligram dan ayam 76 miligram per porsi.

(hel)