Share

Sempat Alami Henti Jantung, Akhirnya Mantan PM Jepang Shinzo Abe Meninggal Dunia

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 08 Juli 2022 16:43 WIB
$detail['images_title']
Mantan PM Jepang Shinzo Abe meninggal dunia (Foto: Reuters)

KABAR duka datang dari negeri Sakura, mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) di bagian dadanya saat berpidato di Kota Nara, Jepang, Jumat (8/7/2022).

Peristiwa penembakan Shinzo Abe itu disampaikan oleh lembaga penyiaran setempat, NHK.

 Shinzo Abe

Dikabarkan media tersebut, Abe langsung jatuh dan hilang kesadaran. Dia telah dilarikan ke rumah sakit, menurut keterangan salah satu anggota fraksi Partai Liberal Demokrat Jepang.

Dilaporkann NHK, akibat insiden itu, Abe sempat mengalami henti jantung. Namun berita terkini menyebutkan sang mantan PM Jepang akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

Dikutip dari Heart.org, kondisi henti jantung berbeda dengan serangan jantung.

Henti jantung biasanya terjadi akibat gangguan listrik di jantung yang menyebabkan hilangnya fungsi jantung, napas, dan kesadaran secara mendadak.

Gejala utama henti jantung adalah hilangnya kesadaran dan tidak responsif. Kondisi ini bisa terjadi kepada siapapun meski tidak didiagnosis menderita sakit jantung.

Kondisi ini sangat serius karena jantung berhenti berdetak atau sering disebut kematian jantung mendadak. Sebab kondisi ini menghambat aliran oksigen ke otak dan organ penting lain di dalam tubuh.

Orang yang mengalami henti jantung sebenarnya bisa diberikan pertolongan pertama berupa cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru.

 BACA JUGA:Mantan PM Jepang Shinzo Abe Meninggal Dunia, Dokter Sempat Beri Transfusi Darah

Namun memang henti jantung ini jauh lebih berbahaya daripada serangan jantung. Sebab korbannya bisa berakhir meninggal dunia.

Follow Berita Okezone di Google News

Seperti dikutip dari Insider, henti jantung disebut lebih berbahaya dan fatal daripada serangan jantung.

Saat jantung bermasalah dan mengalami henti jantung, maka jantung gagal memasok darah ke otak, paru-paru, dan organ tubuh lain. Akibatnya organ-organ dalam tubuh mengalami kekurangan oksigen.

Hal ini sangat membahayakan otak karena menimbulkan cedera neurologis. Henti jantung dapat mengakibatkan kematian jika korban tidak segera dapat pertolongan medis dalam hitungan menit.

1
2