Share

Apa Benar Jerawat Termasuk Penyakit Keturunan?

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 08 Juli 2022 22:30 WIB
$detail['images_title']
Jerawat mengganggu (Foto: Insider)

SEMUA orang tak suka memiliki jerawat karena menggangu penampilan. Namun banyak pula, masyarakat menilai jerawat itu keturunan.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin bahwa banyak faktor menyebabkan seseorang berjerawat. Sehingga perlu pemahaman lebih lanjut untuk diketahui oleh masyarakat agar tidak salah persepsi.

 jerawat

“Penyebab jerawat bukanlah disebabkan oleh satu hal saja, tetapi merupakan hasil gabungan dari beberapa penyebab dan faktor risiko, seperti gaya hidup pasien,” kata dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Klinik Pramudia, dalam Virtual Media Briefing.

Lebih lanjut, dr Anthony mengatakan, dasarnya jerawat bukan diturunkan oleh orangtua kepada anak, tetapi karakter kulit. Karakter kulit seorang anak terbentuk dari gabungan karakter kulit kedua orang tuanya, sehingga berpeluang besar menurunkan karakter kulit yang sama.

“Misalnya orangtua laki-laki atau perempuan (keduanya) memiliki karakter kulit berminyak maka anaknya pasti akan memiliki kulit yang berminyak. Meskipun memang, kalau orangtuanya berjerawat anaknya sekitar 70-80 persen akan berjerawat karena memang karakteristik kulitnya sama,” jelasnya

Sementara itu, masalah jerawat, terpenting adalah pemahaman dan mindset penyakit jerawat,agar pasien mengerti ke mana untuk mendapatkan penanganan tepat. Dia berharap masyarakat dapat membedakan mana mitos dan fakta seputar jerawat.

Sebab jerawat merupakan penyakit yang dapat diobati secara medis. Walaupun tidak mematikan, penyakit jerawat dapat mengganggu penampilan, kepercayaan diri dan kesehatan mental seseorang.

 BACA JUGA:4 Cara Mengatasi Jerawat di Miss V

"Pengobatan harus diberikan secara bertahap dalam jangka sedang-panjang, bukan dengan pengobatan instan. Dibutuhkan keterlibatan komitmen, disiplin dan kerjasama pasien dalam mengikuti instruksi agar pengobatan dapat berjalan dengan baik, benar dan tepat,” ucap dr. Anthony.

(DRM)