Share

WHO Laporkan 2 Angka Kasus Kematian Baru Akibat Wabah Cacar Monyet

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2022 20:43 WIB
$detail['images_title']
Virus cacar monyet (Foto: iStock)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) baru saja melaporkan angka kematian terbaru akibat wabah cacar monyet.

Seperti dilapor Reuters, Kamis (7/7/2022) WHO melaporkan ada dua kematian baru akibat cacar monyet, menambah angka kematian dari perkembangan terbaru sejak 27 Juni lalu. Menjadikan angka kematian akibat wabah cacar monyet ini, totalnya menjadi tiga sejak virus cacar monyet merebak pada awal tahun ini.

Laporan agensi kesehatan PBB ini mengungkapkan ketiga kematian tersebut terjadi di Afrika. Data dari CDC mengungkapkan sejak wabahnya dimulai pada 2022, setidaknya ada 73 kematian akibat cacar monyet telah terjadi di Afrika.

Tidak hanya itu, WHO juga menyebutkan kalau infeksi cacar monyet telah menyebar ke daerah baru. Kasus positif diketahui telah melonjak hingga 77 persen sejak laporan terakhir.

Hasilnya, laporan WHO menyebutkan saat ini angka kasus positif cacar monyet menjadi 6.027, dengan sebagian besar dilaporkan terjadi di kawasan Eropa. Namun, ketiga kematian telah dilaporkan di Afrika.

Menurut perkembangan data teranyar, menunjukkan bahwa lebih dari 99 persen kasus yang informasi gendernya tersedia adalah kasus positif cacar monyet ini terjadi di kalangan pria.

"Wabah ini terus muncul di antara pria yang berhubungan seks dengan pria, dengan satu atau beberapa pasangan pria. Menunjukkan tidak ada pertanda penularan berkelanjutan di luar lingkup ini, untuk sekarang,” bunyi laporan tersebut.

Selanjutnya, dengan melihat perkembangan situasi terkini, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut WHO akan segera menggelar rapat darurat.

Pertemuan komite yang kedua ini, akan berdiskusi untuk menyatakan apakah wabah cacar monyet sudah bisa dinyatakan sebagai darurat kesehatan global, level alarm tertinggi dari WHO. Rapat komite ini disebutkan lebih lanjut akan digelar kemungkinan pada 18 Juli mendatang, atau bisa saja digelar lebih cepat.

 BACA JUGA:Angka Kasus Cacar Monyet Tembus 6000, WHO Segera Gelar Rapat Darurat

BACA JUGA:Amerika Siapkan 1,5 Juta Dosis Vaksin Cacar Monyet

1
2