Share

Sakit Kepala Parah di Pagi Hari, Awas Gejala Tumor Otak

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 08 Juli 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
Tumor otak, (Foto: Unsplash)

TUMOR masih jadi salah satu penyakit yang jadi momok paling menakutkan, apalagi tumor yang terjadi di otak.

Tumor otak merupakan kumpulan, atau massa, sel-sel abnormal yang ada di otak. Ketika tengkorak yang membungkus otak kita menjadi kaku. Nah, setiap pertumbuhan di dalam ruang terbatas seperti itulah yang bisa menyebabkan masalah.

Penyakit ini bisa bersifat kanker (ganas) atau non-kanker (jinak). Namun, entah itu yang ganas atau pun yang jinak, ketika tumor otak ini sudah tumbuh maka ia bisa menyebabkan tekanan di dalam tengkorak jadi meningkat.

Peningkatan tekanan di dalam tengkorak ini yang bisa menyebabkan kerusakan otak, dan dapat mengancam keselamatan jiwa. Secara kategori, tumor otak diketahui terbagi dalam jenis primer yakni berasal dari otak kita sendiri, dan biasanya banyak tumor otak primer bersifat jinak.

Sementara tumor otak sekunder (tumor otak metastatik) terjadi ketika sel-sel kanker menyebar merembet ke otak dari organ lain, misalnya datang dari paru-paru atau payudara.

Gejala tumor otak itu tergantung pada lokasi dan ukuran tumor. Beberapa tumor ada yang menyebabkan kerusakan langsung dengan menyerang jaringan otak, tapi ada juga beberapa tumor menyebabkan tekanan pada otak di sekitarnya. Biasanya gejala begitu nyata terasa, ketika tumor yang tumbuh memberi tekanan pada jaringan otak.

Secara general, gejala yang paling umum dari tumor otak adalah sakit kepala. Nah, ketika memang tumor otak ini terjadi, biasanya sakit kepala yang menyerang adalah sakit kepala yang lebih parah di pagi hari saat baru bangun tidur, sakit kepala saat sedang tidur, dan sakit kepala yang diperburuk oleh batuk, bersin, atau ketika berolahraga.

Gejala umum di samping sakit kepala, bisa juga berupa hilang ingatan, kebingungan, sulit menulis atau membaca, perubahan indera perasa (kemampuan mendengar, mengecap, atau mencium), suka mengantuk, kehilangan kesadaran, susah menelan, vertigo, masalah mata (kelopak mata terkulai dan pupil yang tidak sama), gerakan tak terkendali, tangan gemetar, kehilangan keseimbangan, mati rasa atau kesemutan di satu sisi tubuh, hilangnya kontrol kandung kemih atau usus, moody’an, perubahan perilaku, sulit berjalan, hingga adanya kelemahan otot di wajah, lengan, atau kaki.

Selain itu, orang dengan tumor otak bisa juga mengalami muntah, daya penglihatan mengabur, merasa bingung, kejang (terutama orang dewasa), anggota badan terasa lemah atau bisa juga hanya bagian wajah, dan perubahan fungsi mental. Demikian sebagaimana dilansir dari Healthline, Jumat (8/7/2022) yang sudah ditinjau secara medis oleh ahli bedah saraf, Dr. Seunggu Han, MD.

1
2