Share

Kenali 7 Risiko Seseorang Bisa Terkena Stroke Seperti yang Dialami Bob Tutupoly

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2022 16:43 WIB
$detail['images_title']
Mendiang Bob Tutuply alami stroke (Foto: Okezone)

MUSISI Tanah Air Bob Tutupoly dikabarkan mengalami stroke sebelum meninggal dunia. Stroke dianggap masyarakat awam sebagai penyakit orang tua. Tapi jangan salah, karena stroke bisa menyerang siapa pun, apalagi orang-orang yang memiliki faktor risiko di dalamnya.

Merangkum Healthline, yang sudah ditinjau secara medis oleh Dr Payal Kohli MD FACC, ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang bisa lebih rentan terkena stroke. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, berikut ulasan faktor risikonya.

 Bob Tutupoly

1. Usia

Semakin bertambah usia, semakin tinggi pula peluang untuk terkena stroke.

2. Jenis kelamin

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Amerika (CDC) menyebut pria dan wanita pada umumnya sama-sama berisiko, tapi stroke lebih banyak umum terjadi pada wanita daripada pria di semua kelompok umur.

3. Merokok

Penggunaan tembakau dalam bentuk apapun bisa meningkatkan risiko stroke, karena tembakau bisa merusak pembuluh darah dan jantung. Sama halnya dengan nikotin yang juga meningkatkan tekanan darah.

 BACA JUGA:Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Bob Tutupoly

4. Pola makan

Pola makan yang tidak seimbang bisa meningkatkan risiko stroke. Misalnya pola makan yang tinggi kandungan garam, lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol.

5. Kurang gerak

Kurang gerak, tidak aktif atau kurang olahraga juga sangat bisa meningkatkan risiko stroke. CDC merekomendasikan orang dewasa, setidaknya aktif bergerak atau olahraga 2,5 jam latihan aerobik setiap minggu atau bisa juga dengan hanya jalan cepat beberapa kali seminggu.

6. Sering konsumsi alkohol level tinggi

Jangan minum alkohol berlebihan alias level tinggi. Artinya, tidak lebih dari satu gelas per hari untuk wanita, dan tak lebih dari dua gelas per hari untuk pria. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol bisa meningkatkan tingkat tekanan darah, meningkatkan kadar trigliserida. Semua ini memicu terjadinya aterosklerosis, penumpukan plak di arteri yang mempersempit pembuluh darah.

7. Riwayat pribadi

Ada faktor risiko stroke yang tidak bisa kita kendalikan, contohnya latar belakang riwayat pribadi. Ya, sejarah medis keluarga juga berpengaruh. Risiko stroke bisa lebih tinggi pada beberapa keluarga karena faktor kesehatan genetik, seperti tekanan darah tinggi, maupun diabetes.

1
2