Share

Marshanda Mengidap Bipolar Disorder, Ternyata Ada 5 Jenisnya

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2022 06:02 WIB
$detail['images_title']
Marshanda mengidap bipolar (Foto: inst)

BELUM lama ini Marshanda lagi-lagi menghebohkan publik. Setelah kabar menghilang, kini Marshanda mengaku bertemu dengan Tuhan di dalam mimpinya.

"Astagfirullah, kali ini gue mimpi ketemu Tuhan warnanya gelap item di langit, ini demi Allah ya. Lanjut gue lagi tidur, gue nemu Allah di langit," ungkap Marshanda dalam video dikutip dari Instagram @lambegosiip, Rabu (6/7/2022).

 Marshanda

Seperti diketahui, Marshanda memang mengidap bipolar disorder. Namun tidak tahu apakah perilakunya yang sering tak terduga karena penyakitnya tersebut.

Perlu diketahui, gangguan bipolar adalah penyakit mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrem dan sulit ditebak.

Gejalanya bisa memengaruhi suasana hati yang sangat tinggi yang disebut mania, dan penderita juga dapat menjelma seketika menjadi sedih ataupun depresif.

Ketika gejala depresi muncul, Anda pun bisa merasa putus asa, sedih, atau kehilangan minat. Saat suasana hati berubah menjadi mania atau hipomania, Anda mungkin merasa euforia, penuh energi, atau sangat mudah tersinggung.

Perubahan suasana hati tersebut dapat memengaruhi tidur, energi, aktivitas, penilaian, perilaku, dan kemampuan berpikir jernih.

Nah, gangguan bipolar ini terbagi atas beberapa macam. Berikut beberapa jenis bipolar yang perlu Anda ketahui:

Bipolar I

Bipolar I didefinisikan oleh munculnya, setidaknya gejala satu episode manik yang berlangsung minimal 7 hari atau lebih. Manik atau mania adalah keadaan ketika seseorang merasakan emosi yang tinggi.

Mereka bisa merasa bersemangat, impulsif, dan penuh energi. Episode manik yang muncul bisa juga menjadi sangat parah, sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit segera.

Pada jenis bipolar I, penderita mungkin juga mengalami episode depresi hebat atau hipomanik sebelum dan sesudah episode mania. Jenis gangguan bipolar ini memengaruhi pria dan wanita secara setara.

Bipolar II

Tipe bipolar berikutnya adalah bipolar II. Orang dengan jenis gangguan bipolar tipe ini mengalami satu episode depresi besar yang berlangsung setidaknya dua minggu.

Lalu, penderita tipe bipolar disorder ini juga memiliki setidaknya satu episode hipomania yang berlangsung sekitar empat hari. Hipomania adalah kondisi yang mirip dengan mania, tapi tidak terlalu parah.

Jenis gangguan bipolar ini dianggap lebih umum terjadi pada wanita. Orang dengan gangguan bipolar II umumnya juga memiliki penyakit mental lain, seperti gangguan kecemasan atau gangguan penggunaan zat, yang dapat memperburuk gejala depresi atau hipomania.

 BACA JUGA:3 Cara Mengatasi Episode Bipolar Disorder yang Diduga Dialami Marshanda

Siklotimia

Jenis bipolar ini adalah bentuk gangguan yang lebih ringan dari jenis bipolar I dan II. Orang-orang dengan siklotimia memiliki episode-episode hipomania dan depresi yang bisa berlangsung setidaknya selama dua tahun.

Gangguan siklotimik biasanya berkembang pada masa remaja. Orang dengan kondisi ini sering tampak berfungsi normal, meskipun mereka mungkin tampak "murung" atau "sulit" bagi orang lain.

Rapid Cycle

Rapid cycle adalah jenis bipolar yang memiliki empat atau lebih episode perubahan mood dan berlangsung dalam periode 12 bulan. Masing-masing episode harus berlangsung selama beberapa hari untuk bisa disebut tipe bipolar rapid cycle.

Jenis bipolar ini dapat terjadi kapan saja dalam perjalanan penyakitnya. Kaum wanita pun dinilai lebih mungkin menderita rapid cycle dibandingkan pria.

Mixed Features

Jika sebelumnya tipe bipolar mengalami periode depresi atau mania yang bergantian, mixed features mengalami gejala depresi dan mania pada saat yang bersamaan.

Ini berarti Anda dapat mengalami episode manik dengan fitur campuran. Jadi, gejala utamanya adalah mania, tetapi gejala depresi juga bisa muncul di saat bersamaan. Misalnya, Anda mungkin merasa bersemangat melakukan beberapa aktivitas berenergi tinggi, tetapi Anda juga merasa tertekan di saat yang sama.

Gangguan bipolar tergolong penyakit mental kronis, yang berarti penderita akan berjuang mengatasinya selama hidupnya. Namun, bukan berarti mereka tidak dapat menjalani hidup yang bahagia dan sehat.

Perawatan oleh psikiater secara berkala dan berkelanjutan dapat membantu penderita mudah mengelola perubahan suasana hati dan mengatasi gejala yang ditimbulkan.

1
2