Share

Tak Cuma Serang Gamers, Carpal Tunnel Syndrome Juga Bisa Serang Orang Kantoran

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2022 16:22 WIB
$detail['images_title']
Carpal Tunnel Syndrome. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT Carpal Tunnel Syndrome (CTS) memang menjadi salah satu penyakit yang menghantui para atlet e-sport. Sindrom ini, umumnya menyerang 3 jari bagian luar yakni kelingking, jari manis, jari tengah. Selain itu juga dapat timbul rasa panas dan terbakar dari ibu jari sampai jari tengah.

Gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita CTS biasanya melibatkan sensasi kesemutan dan nyeri pada jari. Salah satu faktor risiko CTS adalah gerakan tangan berulang seperti pada saat menggenggam/ menyetir, mengetik, serta postur kerja statis dan tidak ergonomis.

CTS umumnya disebabkan oleh tekanan pada saraf median yang mengalami pembengkakan. Pembengkakan, pada gilirannya, dapat disebabkan oleh beberapa alasan, seperti:

- Hipotiroidisme

- Diabetes

- Rheumatoid arthritis

- Kehamilan

- Berulang kali menekuk pergelangan tangan ke bawah

- Membuat gerakan berulang dengan pergelangan tangan

- Gerakan tangan yang dipaksakan

- Bekerja selama berjam- jam dalam posisi yang sama

- Bekerja selama berjam- jam dalam sikap badan yang kurang baik

- Getaran pada tangan

carpal tunnel syndrome

Untuk mengatasi carpal tunnel syndrome (CTS), tindakan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mengistirahatkan tangan yang terkena (Immobilisasi). Selanjutnya Anda bisa menggunakan splint (alat bantu yang sering dipasang pada tangan penderita CTS.

Obat penghilang rasa sakit juga dapat diberikan apabila rasa nyeri sangat mengganggu. Cara lainnya adalah dengan memberikan suntikan anestesi (bius) lokal. Pada kondisi berat, dapat dilakukan tindakan operasi. Namun hal ini hanya dilakukan bila pengobatan gagal dan keadaan berat/ otot mengecil).

Anda juga dapat mengonsumsi multivitamin B kompleks untuk mengurangi keluhan yang Anda raasakan. Apabila gejala tidak mereda, segera berkonsultasi pada dokter spesialis saraf untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Hindari aktivitas yang berulang-ulang dengan menggunakan tangan yang sama. Apalagi bila gerakan yang Anda dan tidak ergonomis.

(mrt)