Share

Studi: Kursi Sepeda yang Sempit Berpotensi Merusak Mr. P

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
Pria dianjurkan sesekali berdiri saat bersepeda (Foto: Freepik)

Studi penelitian yang digelar oleh para peneliti di Polandia tersebut, meninjau 22 studi terbaru tentang rasa sakit dan cedera yang disebabkan oleh kursi pelana sepeda.

Studi ini juga menyebut solusi terbaik untuk mencegah nyeri sadel, yakni dengan mempraktekkan gaya no-nose", yang menghilangkan bagian sempit yang terlihat pada kursi klasik sepeda untuk mengurangi tekanan pada alat kelamin.

Disebutkan lebih lanjut, pada penelitian sebelumnya memperlihatkan kalau kursi sepeda konvensional bisa memberikan tekanan pada ujung saraf sensitif di daerah selangkangan, baik bagi pria atau wanita. Jika bersepeda dilakukan berulang kali menggunakan kursi sepeda konvensional ini, akhirnya dapat menyebabkan kerusakan dan mati rasa di area tersebut.

Peneliti dari Wroclaw Medical University menganalisis temuan terkait berbagai model sepeda, untuk menentukan mana yang paling baik bisa mengurangi tekanan pada alat kelamin pria, dengan melihat faktor-faktor seperti bantalan kursi, setang, dan bike shorts (celana pendek yang khusus dipakai saat bersepeda).

Hasilnya mendapati, setelah enam bulan menggunakan sepeda dengan pelana bentuik model no-nose, jumlah para peserta penelitian yang mengaku kalau tak mengalami mati rasa, meningkat dari 27 persen menjadi 82 persen.

(rpa)