Share

Tak Mau Kena Penyakit Jantung, Coba Ganti Garam dengan MSG Deh

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2022 13:34 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi MSG. (Foto: Shutterstock)

SALAH satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Sakit jantung ini pun menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9%.

Salah satu penyabab tekanan darah tinggi adalah asupan garam yang tinggi. Garam ini pun pada gilirannya dapat mengakibatkan risiko penyakit jantung dan kematian dini yang lebih tinggi.

Dokter umum sekaligus pembuat konten Kesehatan, dr. Kevin Mak mengatakan penggunaan MSG dalam kadar yang wajar relatif aman bahkan efektif dalam menurunkan konsumsi garam harian secara signifikan dan tetap membuat rasa makanan tetap enak.

“Garam itu tetap kita perlukan untuk kegiatan sehari-hari dan agar fungsi organ kita tetap optimal, tetapi dengan penambahan alternatif seperti MSG kita tetap bisa menjaga kadar sodium atau natrium kita lebih rendah,” ucap dr. Kevin seperti dilansir dari Antara.

Penyakit Jantung

Batas maksimal konsumsi MSG yang direkomendasikan WHO adalah 6 gram per hari. Sementara, Kemenkes RI merekomendasikan batas aman konsumsi MSG sebanyak 5 gram per hari.

Ia juga menepis anggapan mengonsumsi MSG dapat berpengaruh terhadap kecerdasan. Menurutnya, sampai tahun 2022 ini belum ada penelitian yang menyatakan MSG dapat menyebabkan dampak negatif pada otak.

Glutamat dalam MSG justru berperan aktif untuk pembentukan memori, karena glutamat merupakan asam amino yang berperan sebagai neuro transmitter atau senyawa yang membantu proses otak kita berjalan efektif dan optimal. “Jadi tidak ada hubungannya terhadap otak, sistem saraf pusat, maupun sistem saraf tepi kita,” ucapnya.

Mitos lainnya yang konon keliru terkait MSG menurut dr. Kevin yaitu menyebabkan darah tinggi dan kanker. Dokter yang aktif dalam berbagai platform sosial media itu menegaskan faktor tertinggi terjadinya darah tinggi adalah dari keturunan, gaya hidup yang tidak aktif, radikal bebas serta pola makan yang tidak sehat.

Penggunaan MSG, menurur dia justru terbukti memiliki banyak manfaat salah satunya menurunkan kadar natrium, merangsang nafsu makan, membantu kerja enzim pencernaan dan kerja sel usus.

“Ini juga membantu pencernaan kita agar menyerap nutrisi lebih efektif lagi, mulai dari rongga mulut, usus halus juga usus besar. Sehingga secara kumulatif bekerja sinergis dan baik untuk tubuh kita,” tambahnya.

Dalam sejumlah penelitian dari 1997-2020 mengatakan bahwa dengan menggunakan MSG, dapat menurunkan konsumsi garam harian kurang lebih sebesar 30 persen.

MSG yang beredar di pasaran sudah mengantongi sertifikasi Halal MUI dan izin BPOM sehingga membuat bumbu masak ini aman dikonsumsi. Namun meskipun demikian, MSG tetaplah harus dikonsumsi secara bijak sesuai anjuran penggunaan.

1
2