Share

Masuk Mal Bakal Wajib Booster, Epidemiolog: Memang Seharusnya Diterapkan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2022 12:08 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH berencana untuk mewajibakan vaksin booster jika ingin berkegiatan di area publik. Selain menjadi syarat untuk beraktivitas di area publik seperti mal dan tempat bermain, booster juga akan menjadi syarat perjalanan, mulai dari perjalanan udara, darat, maupun laut.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan aturan ini akan diberlakukan sesuai dengan hasil Rapat Terbatas Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Kebijakan baru ini akan diatur melalui peraturan Satgas dan peraturan turunan lainnya.

Ahli Epidemiologi Griffith University Australiq Dicky Budiman pun mendukung diterapkannya kebijakan itu. Menurut Dicky, di tengah ancaman BA.4 dan BA.5, serta kini muncul BA.2.75 yang diperkirakan karakternya tak jauh berbeda dengan varian Delta, diperlukan pengetatan dan kebijakan wajib booster untuk pelaku perjalanan dan masuk mal cukup efektif.

"Rencana vaksin booster wajib untuk masuk mal dan pelaku perjalanan penerbangan menurut saya, ya, memang seharusnya diterapkan," terangnya saat dihubungi MNC Portal, Rabu (6/7/2022).

Dicky menyadari bahwa akan ada masyarakat yang menolak dengan usulan tersebut, pun masyarakat yang bahkan tidak tahu sama sekali dengan adanya rencana itu, tapi pemerintah punya kewajiban untuk melindungi masyarakatnya.

"Pemerintah punya kewajiban untuk memastikan keselamatan masyarakat, dan upaya rencana wajib booster untuk masuk mal dan pelaku perjalanan cukup efektif untuk menurunkan risiko penularan virus di tengah masyarakat," katanya.

Ia pun menyinggung bahwa akan sangat memberi dampak bagi masyarakat jika mereka terlalu sering terpapar Covid-19. Apalagi sudah banyak studi yang menunjukkan bahwa risiko Long Covid-19 benar adanya.

"Akan sangat merugikan pada kelompok rentan khususnya jika mereka tidak mendapat perlindungan. Risiko keparahan penyakit bisa terjadi jika paparan virus terjadi berkali-kali," tambah Dicky Budiman.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pun membenarkan adanya pembahasan soal kebijakan itu di lingkup pemerintah. Namun, ia tak bisa memastikan apakah kebijakan itu benar akan disahkan atau tidak.

"Sampai saat ini kami masih evaluasi rencana wajib booster untuk masuk mal dan pelaku perjalanan via penerbangan pesawat," paparnya saat diwawancarai di Gedung Kemenkes, belum lama ini.

1
2