Share

Kasus Covid-19 Diprediksi Melonjak Pertengahan Juli, Ini 5 Upaya Kemenkes

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 20:52 WIB
$detail['images_title']
Kasus Covid-19 diprediksi melonjak pertengahan Juli

LONJAKAN kasus Covid-19 di Indonesia diprediksi terjadi pada pertengahan Juli mendatang. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan ada 5 langkah upaya untuk meminimalisir lonjakan kasus tersebut.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan pertama pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran berisi perintah dan panduan bagi pemerintah daerah sampai rumah sakit.

Untuk mempersiapkan sarana dan prasarana layanan kesehatan, seperti obat hingga tempat tidur isolasi. "Dengan terus memonotir perkembangannya, kesiapan fasyankes dan rumah sakit mulai dari tenaga kesehatan, tempat tidur isolasi, obat-obatan hingga alat pelindung diri (APD)," ujar dr Syahril kepada MNC Portal, Senin (5/7/2022). 

Covid-19

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tidak lupa juga pihaknya meningkatkan testing Covid-19 dan tracing (melacak) kasus. Ketiga tidak lupa vaksinasi booster, dikatakan terus dikejar minimal 50 persen.

Meskipun data terakhir yang diketahui, capaian vaksinasi booster di Indonesia masih diangka 24 persen. Namun, pemerintah terus berupaya untuk mencapai angka itu (50 persen).

"Vaksinasi dosis lengkap dan booster juga dikejar cakupannya oleh pemerintah, terutama untuk mengejar cakupan dosis ketiga atau booster sampai minimal 50% dari target populasi umum dan 70% di populasi rawan/berisiko," tambahnya.

BACA JUGA : Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia per 5 Juli, Jakarta Masih Tertinggi

Langkah keempat, disampaikan Syahril bahwa masyarakat diimbau agar selalu mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Juga membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat.

BACA JUGA : PPKM Jakarta Naik ke Level 2, Wagub DKI: Mari Lakukan Percepatan Vaksin Booster

Terakhir hal yang juga penting disampaikan oleh Syahril bahwa menghidupkan kembali, layanan secara online atau Telemedicine bagi pasien isolasi mandiri, mendapatkan layanan kesehatan. "Selain itu masyarakat juga diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya melalui disiplin protokol kesehatan (prokes), melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," jelas dr Syahril

"Menghidupkan kembali telemedicine bagi pasien isolasi mandiri (isoman) karena memudahkan masyarakat. Jadi nggak harus datang ke RS untuk mendapatkan layanan dokter dan obat," imbuhnya

(hel)