Share

Persiapan Kesehatan Operasional di Puncak Haji Sudah 100 Persen Siap

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 19:15 WIB
$detail['images_title']
Ibadah Haji 2022 (Foto: Kemenkes RI)

JELANG puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) 2022, sederet persiapan terkait kesehatan para jamaah haji asal Indonesia sudah dilakukan.

Seperti disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr.Budi Sylvana MARS, persiapan operasional seperti tenaga kesehatan haji, alat-alat kesehatan, dan pengobatan semuanya sudah optimal.

Semua persiapan kesehatan untuk operasional di puncak haji tahun ini, siap dimobilisasi mulai Rabu, 6 Juli 2022 Pukul 22.00 WAS.

“Alhamdulillah semua persiapan sudah selesai, tim kesehatan termasuk obat, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan akan mulai kita deploy besok malam” kata dr. Budi dikutip dari laman Kemenkes, Selasa (5/7/2022)

Dalam pelaksanaannya, pihak Kementerian Kesehatan Haji Indonesia telah mensiagakan sebanyak 331 petugas kesehatan PPIH Arab Saudi Bidang kesehatan, yang mana semua siap memberikan pelayanan kesehatan di masyair.

Pos kesehatan Arafah akan berada di tenda misi haji Indonesia (maktab delapan) dan menjadi tanggung jawab tim kesehatan bandara dibantu oleh petugas bawah kendali operasi (BKO) dari KKHI Makkah dan Madinah.

Sedangkan untuk pelayanan kesehatan daerah Muzdalifah, akan tersedia sebanyak 10 pos kesehatan satelit. Diisi oleh para petugas kesehatan yang berasal dari KKHI Makkah. Tidak hanya itu, tersedia juga pos mobile di sepanjang jalur jamarat, yaitu empat pos di jalur atas dan empat pos di jalur bawah.

Dokter Budi menambahkan, tim kesehatan bandara dan tim kesehatan darurat, akan bergerak duluan.

“Sebanyak 67 petugas kesehatan yang terdiri dari tim kesehatan bandara dan tim Emergency Medical Team akan bergerak terlebih dahuliu besok malam untuk menempati pos kesehatan di Arafah,” imbuhnya.

Sementara itu, sebanyak 234 paket obat dari 18 kelas terapi sudah disiapkan dan diberikan kepada para Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter, yang di dalamya ada golongan antibiotik, obat hipertensi, diabetes melitus, vitamin, dan cairan.

Sedangkan, jenis obat yang dibawa ke pos kesehatan Arafah, mulai dari obat bersifat analgesik sampai ke golongan narkotik, anestetik, anti alergi dan anti anafilaksis, juga obat obatan anti infeksi yang menjadi bekal para TKH dalam mengawal jemaah, terlebih bagi 30 formasi jemaah haji risti (risiko tinggi).

Terakhir , jenis alat kesehatan yang akan dideploy ke pos pos kesehatan di antaranya adalah oksigen Concentrator, minor surgery, pulse oxymetry, alat tensi, alat EKG, nebulizer, tandu, kursi roda, dan lampu tindakan.

“Totalnya ada 78 jenis alat kesehatan yang sudah siap digeser besok,” pungkas dr. Budi

BACA JUGA:Ini 4 Jenis Sakit yang Paling Banyak Dialami Jamaah Haji Indonesia

BACA JUGA:Penyakit Paru Mulai Meningkat Usai Armuzna, Dokter Ingatkan Para Jamaah Haji Jangan Membasahi Masker

1
2