Share

Ini 4 Jenis Sakit yang Paling Banyak Dialami Jamaah Haji Indonesia

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 17:48 WIB
$detail['images_title']
Jamaah haji asal Indonesia (Foto: Dok.Okezone)

DATA Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes) pada Senin 4 Juli pukul 16.00 WAS, mengungkapkan secara total sebanyak 68.719 jemaah haji Indonesia mendapatkan perawatan rawat jalan.

Rawat jalan ini mulai dari di kloter, pos kesehatan sektor, maupun Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Sementara 528 jemaah diketahui mendapatkan layanan rawat inap.

Merawat ratusan jamaah haji asal Indonesia yang jatuh sakit selama beribadah, KKHI melihat ada empat penyakit utama yang mendominasi, banyak dialami di kalangan jamaah.

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan RI, Selasa (5/7/2022) di posisi pertama ada hipertensi sebagai penyebab penyakit dengan total 10342 kasus. Kemudian disusul oleh sakit batuk pilek di posisi kedua dengan total 9975 kasus.

BACA JUGA:Penyakit Paru Mulai Meningkat Usai Armuzna, Dokter Ingatkan Para Jamaah Haji Jangan Membasahi Masker

BACA JUGA:Jadi Penyakit Paling Banyak Dialami Jamaah Haji Indonesia, Ini 5 Makanan yang Ampuh Turunkan Hipertensi

Selanjutnya, para jamaah haji Indonesia juga banyak yang mengalami sakit saluran pernafasan akut. Tidak heran, jenis sakit ini menempati tempat ketiga dengan 4612 kasus. Terakhi, posisi keempat diisi dengan sakit nyeri otot sebanyak 3808 kasus.

Kini, menjelang hari Armuzna,dr. Andy Siregar, Spesialis Paru, Tim Dokter KKHI Makkah meyebut biasanya tren penyakit paru akan makin naik setelah hari Armuzna ini.

"Biasanya tren penyakit paru mulai meningkat setelah Armuzna” ujar dr. Andy Siregar.

Maka dari itu, sebagai upaya pencegahan, dr. Andy mengingatkan para jamaah untuk rajin mengganti masker yang kotor atau basah dengan masker baru yang bersih. Sebab pemakaian masker dapat menyaring berbagai bakteri,virus, dan jamur untuk bisa masuk ke saluran nafas.

“Kalau kena cairan atau basah, masker juga harus diganti. Kalau sudah kena cairan, membran maskernya sudah rusak, jadinya untuk menyaring virus dan bakteri sudah tidak bagus lagi,” tandasnya singkat.

1
2