Share

Belum Ada Bukti Air Galon Sebabkan Kanker

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 22:28 WIB
$detail['images_title']
Kanker penyakit yang berbahaya (Foto: Clinica santa maria)

KEPALA BPOM Penny K. Lukito menerangkan, pelabelan BPA pada air galon atau air dalam kemasan diperlukan supaya masyarakat mendapatkan informasi produk yang mereka konsumsi. Ini demi menjaga kesehatan masyarakat.

Menurut BPOM, penelitian dan riset mutakhir di berbagai negara, termasuk Indonesia, menunjukkan BPA bisa memicu perubahan sistem hormon tubuh dan memunculkan gangguan kesehatan termasuk gangguan kesuburan, penurunan jumlah dan kualitas sperma, feminisasi pada janin laki-laki, gangguan libido, juga risiko kanker.

 kanker

Sementara itu, Dokter Spesialis Kandungan sekaligus Ketua Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Dr. M. Alamsyah Aziz, Sp.OG(K), M.Kes., KIC mengatakan, hingga saat ini dirinya tidak pernah menemukan adanya gangguan terhadap janin karena ibunya meminum air galon.

"Saya meminta para ibu hamil agar tidak khawatir menggunakan galon guna ulang, karena aman dan tidak berbahaya terhadap ibu maupun pada janinnya," ujarnya.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Aru Wisaksono Sudoyo menambahkan, belum ada bukti air galon guna ulang menyebabkan penyakit kanker. Menurutnya, 90-95 persen kanker itu dari lingkungan atau environment.

 BACA JUGA:3 Makanan Ini Pantang Dikonsumsi Penderita Kanker Prostat

“Kebanyakan karena paparan-paparan gaya hidup seperti kurang olahraga dan makan makanan yang salah, merokok, dan lain sebagainya. Jadi belum ada penelitian air galon itu menyebabkan kanker,” tambahnya.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) juga mengakui, sama sekali belum pernah menerima pengaduan dari masyarakat mengenai adanya bahaya penggunaan air galon guna ulang.

Wakil Ketua BPKN, Rolas Budiman Sitinjak, menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini belum pernah menerima pengaduan dari masyarakat terkait bahaya air galon guna ulang.

Anggota Komisi IX DPR Dewi Aryani menambahkan, pihaknya belum mendapatkan informasi yang mengatakan air galon guna ulang itu berbahaya untuk kesehatan. “Sampai saat ini Komisi IX belum pernah mendengar ada isu itu.”

1
2