Share

Kenali 5 Perubahan Fisik yang Mungkin Terjadi Pada Perempuan Setelah Berhubungan Badan

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 22:22 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Berhubungan Badan. (Foto: Shutterstock)

MELAKUKAN hubungan badan disebut bisa menyebabkan perubahan fisik. Memang, aktivitas seksual tidak menimbulkan perubahan fisik secara serta merta pada perempuan.

Tapi faktanya, menurut dr. Arina Heidyana ada beberapa perubahan yang bisa dirasakan pada badan setelah berhubungan intim, seperti dilansir dari KlikDokter, di antaranya:

1. Vagina Membesar

Vagina membesar dan terlihat bengkak lumrah terjadi setelah melakukan seks. Namun, ciri-ciri fisik wanita setelah berhubungan intim ini hanya bersifat sementara. Vagina akan kembali normal selang beberapa waktu kemudian.

Berdasarkan penelitian Boston University School of Medicine, Amerika Serikat, pembesaran vagina terjadi ketika wanita sedang orgasme, yaitu kondisi ketika berada pada puncak kenikmatan seksual. Saat orgasme, aliran darah menuju vagina meningkat, sehingga ukuran vagina membesar.

Berhubungan Badan

2. Kram Perut

Perubahan fisik yang mungkin dirasakan setelah berhubungan intim adalah timbulnya kram pada perut bagian bawah. Biasanya, kram pada perut disebabkan oleh orgasme. Selain itu, kram juga mungkin terjadi akibat miringnya kondisi rahim.

Kondisi rahim yang miring membuat penis pasangan Anda mudah menghantam rahim ketika tengah penetrasi. Akibatnya, perut mengalami kram. Meski termasuk reaksi yang normal, Anda tetap harus berhati-hati jika mengalami kram perut setelah berhubungan seks.

Pasalnya, menurut studi yang dirilis British Journal of Obstetrics and Gynecology, kram perut setelah berhubungan badan bisa dipicu oleh dyspareunia, yaitu kondisi nyeri tidak berkesudahan pada organ intim.

3. Area Genital Terasa Gatal

Rasa gatal pada area genital bisa dialami oleh pria maupun wanita usai berhubungan badan. Terdapat sejumlah kondisi yang jadi penyebab munculnya rasa gatal, salah satunya adalah alergi pada bahan lateks. Reaksi alergi bisa terjadi ketika berhubungan intim menggunakan kondom berbahan lateks.

Menurut American Academy of Allergy Asthma & Immunology, alergi pada lateks tidak dapat disembuhkan. Karena itu, jika Anda alergi lateks, hindari produk dengan bahan tersebut. Selain alergi pada lateks, kondisi lain yang bisa menimbulkan rasa gatal pada kelamin usai berhubungan seks adalah penyakit menular seksual.

4. Mengantuk

Mengantuk adalah reaksi tubuh yang wajar terjadi setelah berhubungan seksual. Kondisi ini bisa dialami wanita maupun pria. Meski begitu, sebuah studi yang dimuat jurnal Evolutionary Behavioral Sciences, mengungkapkan bahwa wanita lebih cepat mengantuk dan tertidur daripada pria usai berhubungan intim.

Kondisi ini disebabkan oleh menurunnya kadar hormon kortisol (hormon stres) saat mencapai orgasme. Alhasil, Anda mudah merasa lelah dan mengantuk. Tidak heran, sebuah riset yang diterbitkan Frontiers in Public Health menyatakan bahwa berhubungan intim bisa jadi cara ampuh untuk meningkatkan kualitas tidur.

5. Nyeri pada Vagina

Perubahan bentuk tubuh wanita setelah berhubungan intim memang tidak terjadi, akan tetapi kaum hawa bisa merasakan dampak fisik berupa nyeri vagina.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), salah satu kondisi yang bisa memicu rasa nyeri pada vagina adalah kurangnya rangsangan ketika berhubungan seks. Saat Anda belum terangsang, penetrasi penis yang dipaksakan bisa menyebabkan vagina lecet dan nyeri.

Seks tidak menyebabkan perubahan fisik yang terlihat jelas. Meski begitu, terdapat sejumlah perubahan yang mungkin dirasakan badan Anda setelah berhubungan intim.

Pada dasarnya, efek fisik tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, jika dampaknya tidak berkesudahan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Supaya, dokter bisa mendiagnosis penyebab dan merekomendasikan pengobatan sesuai kondisi Anda.

1
2