Share

Pemuda 28 Tahun Kena Serangan Jantung saat Bercinta, Seberapa Besar Sih Risikonya?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 14:50 WIB
$detail['images_title']
Kena serangan jantung saat bercinta (Foto: huffpost)

SEORANG pemuda bernama Ajay Partiki, baru berusia 28 tahun, meninggal dunia di sebuah penginapan di Saoner pada hari Minggu. Ia meninggal saat bercinta dengan pacarnya.

Ajay dikabarkan kena serangan jantung. Seperti dilansir dari Times of India, polisi tidak menemukan bukti bahwa korban mengkonsumsi obat-obatan.

 serangan jantung

Namun apakah benar seks dapat menyebabkan jantung berhenti berdetak?

Studi terbaru mengatakan, seks tidak akan memicu serangan jantung. Jantung bisa berhenti berdetak saat bercinta, namun hal ini sangat jarang terjadi.

Dalam penelitian tersebut, peneliti menganalisis lebih dari 4.500 orang yang mengalami serangan jantung mendadak. Kondisi ini terjadi dimana jantung tiba-tiba berhenti berdetak karena masalah aktivitas listrik jantung.

Di antara kasus di atas, peneliti menemukan kurang dari 1 persen penangkapan jantung terjadi selama atau segera setelah aktivitas seksual.

Aktivitas seksual adalah pemicu potensial di antara populasi umum yang dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung mendadak. Temuan tersebut dipresentasikan di Anaheim, California dan dipublikasikan pada Journal of American College of Cardiology.

Lalu seberapa besar risiko kena serangan jantung saat bercinta?

“Serangan jantung secara mendadak adalah kondisi yang sangat buruk, namun kemungkinan hal tersebut dapat terjadi selama aktivitas seksual sangat rendah,” ujar Dr. Sumeet chugh, Direktur Medis Heart Rhythm Center CedarsSinai Institute di Los Angeles.

"Ini adalah jaminan yang sekarang dapat diberikan kepada pasien penyakit jantung, dan akan didasarkan pada data aktual," kata Chugh kepada Live Science, seperti dikutip dari Foxnews.

Dari hampir semua kasus yang terjadi, 94 persen dialami oleh pria. Di antara pria, sekitar 1 sampai 100 kasus serangan jantung mendadak berkaitan dengan kegiatan seks.

 BACA JUGA:Mengenal Intervensi Koroner Perkutan Primer, Tindakan yang Bantu Selamatkan Pasien Serangan Jantung

Ini berbanding dengan wanita yang hanya 1 sampai 1000 dari kasus yang terjadi.

Orang yang mengalami serangan jantung mendadak saat berhubungan seks cenderung dialami oleh orang dengan usia sedikit lebih muda yaitu 60 tahun. Ada juga yang mengalami hal tersebut saat berusia 65 tahun.

Studi menemukan bahwa meskipun serangan jantung mendadak dapat terjadi saat bercinta, pasangan seks dapat memberikan bantuan Cardiopulmonary resuscitation (CPR).

Mereka dapat melakukan Bystander CPR sampai ambulans tiba. Temuan ini juga menyoroti kebutuhan masyarakat akan pentingnya CPR untuk pasien yang mengalami serangan jantung mendadak.

"Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa CPR yang dilakukan oleh para pengamat dapat meningkatkan kemungkinan bertahan hidup dari serangan jantung." lanjut Chugh.

"Dengan alasan bahwa jika CPR dipelajari dan dilakukan oleh semua pasangan seksual, ada kemungkinan bagus untuk memperbaiki kelangsungan hidup," tambahnya.

1
2