Share

Angka Kasus Positif Harian Terus Meningkat, IDI: Utamakan Pemakaian Masker dan Vaksinasi Booster

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Prokes pakai masker, (Foto: Freepik)

BEBERAPA waktu belakangan ini angka kasus positif harian terus mengalami peningkatan. Tidak tanggung-tanggung, dari catatan data Kementerian Kesehatan RI, per Senin 4 Juli lalu kasus baru menembus lebih dari 1400.

Kenaikan angka kasus positif harian yang terus-menerus, akhirnya membuat pemerintah menaikkan level PPKM. Wilayah Jabodetabek yang tadinya Level 1, kini naik menjadi Level 2.

Melihat perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia seperti saat ini, Dr. Adib Khumaidi, SpOT menyebutkan menurutnya ada dua upaya yang menjadi kunci utama. Dua faktor ini, harus diperhatikan betul, agar penyebaran di tengah masyarakat tidak semakin merajalela.

Bukan pengetatan, melainkan bagaimana kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Ia menilai penggunaan masker jadi hal utama untuk melindungi seseorang dan orang lain, baik itu di ruang tertutup atau ruang terbuka.

"Pertama upaya kita sekarang, protokol kesehatan memakai masker di ruang terbuka mau pun ruang tertutup,ā€ ujar pria yang menjabat sebagaiĀ Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI)Ā tersebut kalaĀ  ditemui dalam gelaran Konferensi Asosiasi Dokter Medis Sedunia, baru-baru ini.

Upaya kedua yakni program vaksinasi booster atau dosis ketiga, Dr. Adib melihat sanagt perlu adanya edukasi ke masyarakat terkait pentingnya booster Covid-19 ini.

ā€œKemudian meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk mau divaksin booster. Jadi itu yang utama," tambahnya.

Lebih lanjut, ia kembali mengingatkan bahwa vaksinasi sangat penting untuk bisa melindungi masyarakat dari keparahan dan dampak fatal akibat infeksi Covid-19. Sehubungan dengan regulasi terkait booster dan lainnya, menurutnya itu menjadi keputusan pemerintah.

"Saya kira vaksinasi booster dari sisi kita, untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Mengenai nanti akan ada regulasi-regulasi yang terkait dengan kewajiban dsb, nanti kita serahkan kepada pemerintah," tandas Dr. Adib

BACA JUGA:Aturan Masuk Mal Wajib Booster Segera Berlaku? Begini Kata Wamenkes

BACA JUGA:Jelang Idul Adha, Menkes Dorong Vaksin Booster demi Cegah Kasus Covid-19 Meningkat

1
2