Share

Annisa Trihapsari Keguguran, Kenali Apa Saja Penyebabnya?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 12:57 WIB
$detail['images_title']
Annisa Trihapsari keguguran (Foto: inst)

KABAR sedih, Annisa Trihapsari mengalami keguguran saat hamil anak keempat di usia 45 tahun. Saat kejadian, usia kandungannya baru sebulan.

Dia pun mengaku hanya bisa pasrah meski sempat merasakan kesedihan.

"Intinya sehabis lebaran itu aku keguguran jadi ya sudah," kata istri Sultan Djorghi ini saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, dikutip Selasa (5/7/2022).

 Annisa

Ya semoga Annisa dan keluarga diberi kesabaran dan ketabahan.

“Jika Anda dalam keadaan yang sehat, dengan usia lebih dari 40 tahun dan tidak obesitas, maka risiko komplikasi kehamilan memang dapat dikurangi. Dalam arti, ibu dengan berat badan yang seimbang memiliki risiko komplikasi kehamilan yang lebih kecil ketimbang ibu yang obesitas,” kata peneliti John R Barton MD, yang menjabat sebagai Direktur Maternal-Fetal di Central Baptist Hospital in Lexington, Ky, Amerika Serikat, seperti dilansir dari WebMD.

John menemukan kenyataan, wanita dengan usia 40 tahun ke atas yang memiliki riwayat obesitas, kebanyakan akan melahirkan bayinya sebelum memasuki usia kehamilan 37 minggu.

Selain itu, risiko hamil di atas 40 tahun antara lain, mengalami keguguran. Risikonya sekitar 25% bagi wanita di atas 35 tahun dan lebih dari 90% jika kehamilan terjadi di atas umur 45 tahun.

Lalu apa saja sih penyebab keguguran?

Seperti dilansir dari Mag for Women, berikut ini berbagai penyebab keguguran.

1. Kelainan kromosom

Kromosom mengandung DNA yang menentukan susunan genetik bayi. Janin manusia normal harus memiliki 46 kromosom (23 dari sperma ayah dan 23 dari telur ibu). Tapi kadang-kadang, janin bisa mendapatkan jumlah kromosom abnormal dari ibu, ayah, atau keduanya. Dalam skenario seperti itu, kehamilan akan berakhir dengan keguguran. Kelainan kromosom menjadi sekitar dua pertiga penyebab keguguran dini.

 

2. Kelainan plasenta

Plasenta memasok janin dengan darah ibu dan gizi. Jika organ ini tidak berkembang dengan baik, kehamilan akan gagal dan berakhir dengan keguguran.

 BACA JUGA:Annisa Trihapsari Keguguran, Simak Risiko Hamil di Atas 40 Tahun!

3. Kelenjar tiroid rusak

Jika ibu menderita kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) atau kelenjar tiroid kurang aktif (hypothyroidism), serta dia tidak menjalani pengobatan atau kadar hormon tiroidnya tidak normal, maka dapat menyebabkan keguguran.

Follow Berita Okezone di Google News

4. Kelainan rahim

Masalah rahim tertentu seperti jaringan parut pada permukaan kulit juga dapat menyebabkan keguguran. Kehadiran fibroid (pertumbuhan non-kanker) di dalam rahim juga dapat menyebabkan keguguran.

5. Penyakit berkepanjangan

Jika ibu hamil menderita masalah kesehatan kronis seperti diabetes, hipertensi berat, penyakit ginjal dan sejenisnya, maka dapat menyebabkan keguguran jika tidak menjalani perawatan yang tepat.

6. Infeksi

Jika wanita hamil terinfeksi rubella, malaria, cytomegalovirus, toksoplasmosis, HIV, penyakit seksual menular, seperti klamidia, gonore dan sifilis, maka dapat menyebabkan keguguran.

7. Leher rahim melemah

Jika seorang wanita memiliki otot leher rahim yang lemah secara alami atau telah melemah karena cedera tertentu, maka dapat menyebabkan keguguran.

1
2