Share

8 Faktor Risiko yang Memicu Seseorang Rentan Terkena Stroke

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 09:45 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

MUSISI legedaris Tanah Air, Bob Tutupoly diketahui baru saja menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (5/7/2022) dini hari tadi.

Sebelum wafat, Bob dikabarkan mengalami stroke ringan. Stroke sendiri memang jadi salah satu silent killer, alias tidak dirasakan oleh pasien tapi langsung menyerang tiba-tiba dan bisa berakibat fatal hingga kematian.

Stroke dianggap masyarakat awam sebagai penyakit orang tua, tapi jangan salah loh! Karena stroke bisa menyerang siapa pun, apalagi orang-orang yang memiliki faktor risiko di dalamnya. Apa saja faktor risiko dari stroke? 

Merangkum Healthline, yang sudah ditinjau secara medis oleh Dr Payal Kohli MD FACC, ada beberapa faktor risiko yang membuat kita bisa lebih rentan terkena stroke. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, berikut ulasan faktor risikonya.


1. Pola makan: Pola makan yang tidak seimbang bisa meningkatkan risiko stroke. Misalnya pola makan yang tinggi kandungan garam, lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol.

2. Kurang gerak: Ya, kurang gerak, tidak aktif atau kurang olahraga juga sangat bisa meningkatkan risiko stroke. CDC merekomendasikan orang dewasa, setidaknya aktif bergerak atau olahraga 2,5 jam latihan aerobik setiap minggu atau bisa juga dengan hanya jalan cepat beberapa kali seminggu.

3. Konsumsi alkohol level tinggi: Minum alkohol silakan, tapi harus dalam level masih ringan sampai sedang. Artinya, tidak lebih dari satu gelas per hari untuk wanita, dan tak lebih dari dua gelas per hari untuk pria. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol bisa meningkatkan tingkat tekanan darah, meningkatkan kadar trigliserida. Semua ini memicu terjadinya aterosklerosis, penumpukan plak di arteri yang mempersempit pembuluh darah.

Follow Berita Okezone di Google News

4. Rokok: Penggunaan tembakau dalam bentuk apapun bisa meningkatkan risiko stroke, karena tembakau bisa merusak pembuluh darah dan jantung. Sama halnya dengan nikotin yang juga meningkatkan tekanan darah.

5. Riwayat pribadi: Ada faktor risiko stroke yang tidak bisa kita kendalikan, contohnya latar belakang riwayat pribadi. Ya, sejarah medis keluarga juga berpengaruh. Risiko stroke bisa lebih tinggi pada beberapa keluarga karena faktor kesehatan genetik, seperti tekanan darah tinggi.

6. Jenis kelamin: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Amerika (CDC) menyebut pria dan wanita pada umumnya sama-sama berisiko, tapi stroke lebih banyak umum terjadi pada wanita daripada pria di semua kelompok umur.

7. Usia: Semakin bertambah usia, semakin tinggi pula peluang untuk terkena stroke.

8. Rekam riwayat kesehatan: Kondisi medis tertentu terkait dengan risiko stroke. Misalnya termasuk pernah stroke sebelumnya, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kelebihan berat badan, gangguan jantung seperti penyakit arteri koroner, kelainan katup jantung, ruang jantung membesar dan detak jantung yang tak beraturan, diabetes, punya gangguan pembekuan darah, hingga foramen ovale paten (PFO). Sebaiknya untuk bisa tahu tentang faktor risiko spesifik yang Anda miliki untuk stroke,segera periksakan diri ke dokter.

1
2