Share

Sebelum Meninggal Bob Tutupoly Alami Stroke, Apa Gejalanya?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 08:49 WIB
$detail['images_title']
Bob Tutupoly meninggal (Foto: Okezone)

ARTIS senior Bob Tutupoly meninggal dunia. Ia meninggal pada usia 82 tahun pada Selasa 5 Juli 2022 dini hari tadi sekira pukul 00.30 WIB.

Kabar duka meninggalnya Bob Tutupoly ini dibagikan pengamat musik Stanley Tulung lewat unggahan di akun media sosialnya. "Selamat jalan Om Bob Tutupoly," katanya.

 Bob Tutupoly

Sebelumnya dikabarkan seiring bertambahnya usia, kondisi kesehatan artis senior itu menurun. Ia dikabarkan mengalami stroke ringan.

Diketahui stroke memang salah satu penyakit silent killer yang menyerang bagian otak. Nah, lalu apa saja gejala stroke?

Terdapat tiga gejala stroke yang paling sering dialami pasien yang bisa terjadi secara mendadak. Ketiga gejala itu antara lain tidak simetrisnya wajah, menurunnya kekuatan salah satu anggota gerak tubuh, dan terganggunya bicara.

"Gejala paling banyak yang dialami pasien stroke, tidak simetrisnya wajah, menurunnya kekuatan dari salah satu anggota gerak, bicara terganggu," ujar Dosen klinis senior di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS seperti dilansir dari Antara.

Selain ketiga gejala ini, ada juga pasien yang merasa sakit kepala yang tidak biasa, sangat hebat diikuti penurunan kesadaran, pusing dan gangguan perilaku.

 BACA JUGA:Bob Tutupoly Dikabarkan Alami Stroke Sebelum Meninggal Dunia, Kenali Penyebabnya

Mursyid yang juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) mengatakan, bila gejala-gejala ini muncul maka pasien perlu segera mendapatkan penanganan tenaga medis.

Ada banyak faktor yang menyebabkan stroke seperti usia, genetik, lalu faktor penyakit seperti kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, obesitas serta gaya hidup tak sehat mencakup penuh stres, malas berolahraga dan pola makan buruk.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 memperlihatkan stroke dialami 7 per 1000 orang dan angka ini naik menjadi 10,9 pada tahun 2018. Adin memprediksi kejadian stroke yang meningkat seiring masih tingginya angka faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes.

1
2