Share

Apakah Indonesia Perlu Vaksin Covid-19 Dosis Keempat? IDI: Utamakan Cakupan Booster Ketiga Dulu

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 04 Juli 2022 19:58 WIB
$detail['images_title']
Vaksinasi (Foto: Freepik)

BEBERAPA waktu belakangan ini, angka kasus positif Covid-19 harian semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, beberapa hari ke belakang, angka kasus positif baru terus menembus angka 1000.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, selain memang karena karakter subvarian BA.4 dan BA.5 yang lebih cepat menular. Apakah kenaikan drastis, bahkan pernah mencapai 2000 kasus positif dalam sehari ini, menjadi tanda kalau kekebalan masyarakat mulai menurun dan kita butuh akan vaksinasi Covid-19 dosis selanjutnya, alias dosis keempat?

Terkait vaksin Covid-19 dosis keempat ini, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Adib Khumaidi, SpOT menyebutkan saat ini capaian cakupan vaksinasi booster (dosis ketiga) masih yang diutamakan, karena capaiannya masih rendah yaitu sekitar 24 persen.

"Kalau pada prinsipnya, kami akan mendorong target vaksinasi booster untuk masyarakat terlebih dahulu. Sebab kita tahu, per satu minggu yang lalu ini masih 24 persen,” ujar Dr. Adib di Acara Konferensi Asosiasi Dokter Medis Sedunia, Senin (4/7/2022).

 

(Foto:MPI/ Kevi Laras)

Dokter Adib menegaskan, saat ini yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana caranya semakin banyak masyarakat yang belum mendapat dosis ketiga alias booster ini bisa terlindungi dengan booster secepatnya.

"Ini (vaksinasi) masih perlu kita lakukan, jadi kami akan tetap mendorong. Teman-teman kami pun bukan dalam kaitan mendapat booster atau vaksin keempat ya. Tapi kita mendorong vaksinasi untuk masyarakat yang vaksin booster ini betul betul bisa tercapai," pungkas Dr. Adib

Sebagai nformasi, capaian vaksinasi booster yang mencapai 50 persen baru diraih satu Provinsi yaitu Bali. Sementara, untuk cakupan vaksinasi di atas 40 persen yaitu DKI Jakarta dan Kepulauan Riau.

Kemudian, cakupan vaksinasi yang di atas 30 persen yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Jawa Barat, dan Kalimantan Timur. Selain itu, 28 dari 34 provinsi masih di bawah 30 persen.

 BACA JUGA:Jelang Idul Adha, Menkes Dorong Vaksin Booster demi Cegah Kasus Covid-19 Meningkat

BACA JUGA:Pfizer dan Moderna Siapkan Vaksin Booster Khusus Varian BA.1 Omicron

1
2