Share

Ramai Isu Usulan Ganja untuk Pengobatan Medis, Apa Kata IDI?

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 04 Juli 2022 19:06 WIB
$detail['images_title']
IDI (Foto: MPI/Kevi Laras)

BEBERAPA waktu belakangan ini ramai isu perihal mendorong ganja untuk dijadikan ganja medis, sebagai salah satu pengobatan untuk Cerebral Palsy.

Bahkan Wakil Presiden RI, KH. Ma’aruf Amin diketahui sudah meminta MUI agar mengkaji wacana ganja untuk pengobatan atau medis.

Lalu bagaimana dari segi kesehatan? Perihal ramai isu ganja untuk tujuan medis ini sendiri, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan bahwa soal ganja sebagai salah satu bentuk treatment atau pengobatan penyakit tertentu ini, memang masih membutuhkan riset lebih lanjut.

"Sebagai usulan dari organisasi profesi IDI, kita mendorong ini (ganja medis) menjadi bagian riset terlebih dahulu,” ujar Ketua Umum IDI, Dr. Adib di Acara Konferensi Asosiasi Dokter Medis Sedunia, Senin (4/7/2022).

“Baru kemudian kita melangkah untuk menjadikannya suatu bagian dari standar pelayanan kesehatan," lanjutnya.

Dokter Adib mengatakan riset detail, dilakukan dengan tujuan untuk melihat aspek keselamatan. Selain itu, riset juga ditujukan mencari tahu efek samping dari penggunaan ganja medis.

Bukan hanya itu, melalui riset juga bisa dikaji jenis penyakit apa saja yang bisa ditangani dengan ganja medis. Dalam penggunaannya harus berdasarkan bukti ilmiah, agar keselamatan pasien bisa terjamin.

"Jangan sampai nanti kita merugikan atau malah membahayakan keselamatan pasien. Itu harus kita perhitungkan lewat riset," tegas Dr. Adib lagi.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyebutkan, terkait aturan atau regulasi ganja medis ini diupayakan akan segera diterbitkan.

"Dalam waktu dekat akan kita bahas regulasi," tandas Wamenkes Dante.

 BACA JUGA:Menkes Izinkan Riset Ganja Medis, Ini Kendala Utamanya

BACA JUGA:Pakar Farmasi dari UGM: Kebutuhan Ganja Medis Tidak Mendesak

1
2