Share

12 Cara Mengobati Angin Duduk, Minum Obat Saja Tidak Cukup!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 04 Juli 2022 19:00 WIB
$detail['images_title']
12 Cara Mengobati Angin Duduk (Foto: Healthline)

12 CARA mengobati angin duduk penting untuk Anda ketahui. Karena, angin duduk adalah satu penyakit yang banyak menyebabkan kematian mendadak. Tapi tenang, angin duduk pada dasarnya bisa diobati dan artikel ini akan menjelaskan 12 cara mengobati angin duduk. Apa saja?

Bicara soal angin duduk, Anda mesti tahu bahwa salah satu gejala paling sering adalah nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada yang datang mendadak. Rasa nyeri itu terjadi karena beberapa bagian dari jantung tidak mendapat cukup darah dan oksigen.

Secara lebih detail, laman Hopkins Medicine menjelaskan bahwa rasa nyeri tersebut paling terasa di bagian bawah tulang dada. Selain nyeri dada, angin duduk juga bisa ditandai dengan nyeri punggung bagian atas, kedua lengan, leher, atau cuping telinga.

12 Cara Mengobati Angin Duduk

(12 Cara Mengobati Angin Duduk, Foto: Healthline)

Jika kondisi sudah memburuk, angin duduk menyebabkan sesak napas, tubuh merasa lelah berlebih, sampai akhirnya tidak berdaya.

"Nyeri dada akibat angin duduk biasanya hilang dalam beberapa menit dengan istirahat atau dengan minum obat jantung yang diresepkan, seperti nitrogliserin," kata laman kesehatan tersebut, dikutip MNC Portal, Senin (4/7/2022).

Nah, kalau terkait dengan pengobatan yang bisa direkomendasikan untuk penderita angin duduk, laporan Mayo Clinic menjelaskan secara rinci. So, berikut 12 cara mengobati angin duduk:

1. Obat nitrat

Obat jenis ini diresepkan ke pasien angin duduk dengan harapan merilekskan atau melebarkan pembuluh darah, sehingga lebih banyak darah mengalir ke jantung. Bentuk obat nitrat paling umum adalah nitrogliserin.

"Obat nitrogliserin ditempatkan di bawah lidah," terang laporan kesehatan itu.

BACA JUGA : Angin Duduk, Penyakit Mematikan yang Masih Dianggap Remeh di Indonesia

2. Aspirin

Aspirin mampu mengurangi pembekuan darah, sehingga memudahkan darah mengalir melalui arteri jantung yang menyempit. Mencegah darah membeku dapat mengurangi resiko serangan jantung.

"Jangan minum aspirin setiap hari tanpa diresepkan dokter," saran Mayo Clinic.

BACA JUGA : Waspadai Gejala Angin Duduk, Dada Terasa Sesak hingga Tubuh Terus Berkeringat

3. Obat pencegah pembekuan darah

Obat jenis ini antara lain clopidogrel (Plavix), prasugrel (Effient), dan ticagrelor (Brilinta) bekerja di dalam tubuh dengan membuat trombosit tidak saling menempel, sehingga terjadilah penggumpalan darah.

4. Statin

Statin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kolesterol darah. Kolesterol yang tinggi menjadi faktor risiko penyakit jantung pun angin duduk. Statin bekerja dengan memblokir zat yang dibutuhkan tubuh untuk membuat kolesterol.

5. Penghambat saluran kalsium

Nama lain dari obat ini adalah antagonis kalsium yang mana mengendurkan dan memperlebar pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah.

6. Obat tekanan darah lainnya

Ini termasuk obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) aau penghambat reseptor angiotensin II (ARB). Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, gejala gagal jantung, atau penyakit ginjal kronis, dokter mungkin meresepkan obat jenis ini.

7. Ranolazine (Ranexa)

Obat ini mungkin diresepkan untuk angin duduk kronis yang tidak membaik dengan obat lain. Obat ini bisa dikonsumsi tunggal atau dibarengi dengan obat angina lainnya, termasuk obat penghambat saluran kalsium atau nitrogliserin.

8. Beta blocker

Beta blocker menyebabkan jantung berdetak lebih lambat dan dengan kekuatan yang lebih kecil, itu menurunkan tekanan darah. Obat ini juga mengendurkan pembuluh darah yang meningkatkan aliran darah.

9. Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup ini tentu dengan mengontrol kolesterol atau faktor risiko penyebab tekanan darah tinggi. Olahraga juga diperlukan, tapi tentu harus berdiskusi dulu dengan dokter Anda untuk menentukan olahraga seperti apa yang aman untuk Anda.

Selain itu, asupan makanan tentu harus diperhatikan. Jangan minum alkohol dan merokok untuk menurunkan risiko.

10. Enhanced External Counterpulsation (EECP)

Terapi EECP pun kerap direkomendasikan untuk pasien angin duduk. Terapi non-obat ini meningkatkan aliran darah ke jantung. Tapi, dengan EERC tekanan darah ditempatkan di sekitar betis, paha, dan panggul, bukan di jantung.

"Terapi EERC yang dilakukan rutin dapat membantu mengurangi gejala angin duduk yang sering dan tidak terkontrol," terang laporan Mayo Clinic.

11. Angioplasty dengan stenting

Operasi kerap disarankan untuk kasus angin duduk yang lebih serius. Angioplasti atau yang biasa disebut juga intervensi koroner perkutan (PCI) dilakukan dengan memasukkan balon kecil ke arteri yang menyempit. Balon tersebut digelembungkan untuk memperlebar arteri dan kemudian kumparan kawat kecil biasanya dimasukan untuk menjaga arteri tetap terbuka.

"Angioplasty dengan stenting diklaim meningkatkan aliran darah di jantung, mengurangi atau menghilangkan angin duduk," tulis laporan tersebut.

12. Operasi jantung terbuka

Selama operasi bypass arteri koroner, vena, atau arteri dari tempat lain di tubuh digunakan untuk memotong arteri jantung yang tersumbat atau menyempit. Operasi bypass meningkatkan aliran darah ke jantung.

So, itu dia 12 cara mengobati angin duduk yang perlu Anda ketahui dan perhatikan. Tidak hanya mengandalkan obat-obatan, tapi terapi tambahan dan mengubah pola hidup sehat dan bersih tentu akan memberi pengaruh baik bagi kesehatan tubuh.

1
2