Share

Sakit Kepala Jadi Gejala yang Mendominasi Gelombang Varian Baru

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 04 Juli 2022 10:20 WIB
$detail['images_title']
Sakit kepala (Foto: Freepik)

ANGKA kasus positif Covid-19 tengah kembali merangkak naik beberapa waktu belakangan ini karena dipicu subvarian baru Omicron, BA.4 dan BA.5. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain, seperti Inggris salah satunya.

Kenaikan kasus positif terpantau sejak perayaan Jubilee Ratu Elizabeth II baru-baru ini. Pada pekan terakhir Juni lalu, tercatat  2,3 juta warga Inggris tercatat positif Covid-19.

Menariknya, dari data baru ini juga memperlihatkan ada gejala yang mendominasi, yang dialami oleh para pasien. Bukan demam, batuk, pilek, atau nyeri pada tubuh, tapi menurut laporan data dari aplikasi analisis Covid ZOE menunjukkan sakit kepala ternyata menjadi gejala Covid-19 yang paling banyak dilaporkan dialami oleh -orang-orang yang positif terinfeksi Covid-19 di gelombang baru ini.

Data ini sendiri diperoleh para relawan yang melaporkan kondisi kesehatan dan gejala yang mereka alami, serta hasil swab tes yang mereka jalani ke aplikasi ZOE Covid Study. Data yang ada kemudian dianalisis oleh peneliti King's College London.

Peneliti kemudian melacak infeksi di seluruh Inggris serta mengidentifikasi siapa yang paling berisiko dan di mana area berisiko tinggi. Lebih dari dua dari tiga pasien Covid-19 yang menggunakan aplikasi tersebut, dilaporkan mengalami sakit kepala sebelum hasil tesnya menunjukkan hasil positif, mengutip Mirror, Senin (4/7/2022).

Bahkan, beberapa orang mengalami sakit kepala ini terlebih dahulu sebelum gejala Covid-19 umum lainnya yakni kesulitan bernapas. Menjadikan sakit kepala sebagai gejala yang lebih umum saat ini, dibandingkan sederet gejala klasik Covid-19 lainnya.

 BACA JUGA:Dokter Reisa Sebut Kematian Akibat BA.4 dan BA.5 Sepersepuluh dari Omicron Versi Awal

BACA JUGA:Studi: Penyintas Omicron Versi Awal Kurang Terlindungi dari Varian BA.4 dan BA.5

1
2