Share

Dokter Ungkap Metode Pemotongan Hewan Kurban yang Tepat

Syifa Fauziah, Jurnalis · Senin 04 Juli 2022 06:00 WIB
$detail['images_title']
Hewan kurban, (Foto: Dok. Okezone)

PERAYAAN Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah tahun ini diketahui jatuh pada Minggu 10 Juli 2022.

Kendati hukum menyembelih hewan kurban adalah sunnah muakkad, namun diwajibkan untuk mereka yang mampu secara finansial.

Mulai dari sapi, kerbau, atau kambing jadi pilihan umat Muslim untuk berkurban. Saat berkurban, idealnya bukan hanya sesi memilih dan membeli hewan-hewan ini saja yang diperhatikan. Tapi, saat pemotongan hewan ternyata ada metode yang harus diperhatikan.

Seperti diungkap dokter hewan, drh. Yuke Yunizar G, ketika momen pemotongan hewan kurban, sebaiknya menghindari cuaca yang terik. Waktu pemotongan sebaiknya bisa dilakukan saat pagi maupun sore hari.

“Saat motong (hewan kurban) hindari saat terik. Kalau pun dikerjakan siang hari mereka (panitia kurban) harus buat tenda atau terpal, tujuannya agar daging tidak terpapar panas matahari,” ujar drh. Yuke saat dihubungi MNC Portal dalam sambungan telepon, Minggu (2/7/2022).

BACA JUGA:5 Cara Alami Menenangkan Saraf Gigi yang Sakit Nyut-nyutan

BACA JUGA:Ganja Medis Viral Terkait Penyakit Cerebral Palsy, Bagaimana Gejalanya?

Ia menerangkan, paparan sinar matahari secara langsung yang mengenai daging yang sudah dipotong itu akan berdampak pada keawetan daging itu sendiri.

“Misalnya pihak panitia tidak menyediakan tenda dan kebetulan hujan. Daging yang sudah dipotong terkena hujan, itu juga akan berpengaruh pada awetnya si daging,” tambahnya.

Selain itu, ketika hewan kurban sudah sudah disembelih dan dipotong-potong dagingnya, sebaiknya langsung diberikan kepada si penerima daging.

“Harus segera dikirim jangan ditunggu lama. Orang yang berhak terima juga akan kecewa ketika dagingnya bau,” tegas drh. Yuke

Dalam pendistribusian daging, pastikan dulu kemasan pembungkus dan cara pengiriman sudah benar-benar baik. Jika salah, daging tersebut akan mengeluarkan bau tidak sedap dan menjadi tidak merah segar.

“Jadi kemasan atau metode pengirimin harus diperhatikan, agar mutu si daging yang dihasilkan hewan kurban tidak berkurang,” tutup drh. Yuke

1
2