Share

Nyeri Badan Hingga Sakit di Dada, Sederet Ciri-Ciri Infeksi Paru yang Kerap Tak Disadari

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 03 Juli 2022 09:09 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

INFEKSI paru bisa sangat membahayakan, bahkan bisa berakibat fatal berujung kematian. Patut diwaspadai, sebab ciri-ciri infeksi paru, seperti diidap mendiang Menpan-RB Tjahjo Kumolo, nyatanya memang sering tidak disadari banyak orang.

Penyakit ini sendiri diketahui bisa disebabkan virus, bakteri, atau terkadang jamur. Nah, pneumonia diketahui jadi salah satu jenis infeksi paru yang paling umum terjadi di kalangan masyarakat awam. 

Pneumonia memengaruhi kantung udara yang lebih kecil di paru-paru. Penyakit ini paling sering disebabkan bakteri menular, tetapi bisa juga akibat virus.

Seseorang bisa terinfeksi pneumonia akibat tertular pengidap lain di dekatnya yang bersin atau batuk lalu, bakteri atau virus ini bisa terhirup oleh orang tersebut.

Virus juga bisa menyerang paru-paru atau saluran udara yang menuju paru-paru. Kondisi ini disebut bronkiolitis, dan sering terjadi pada bayi. Infeksi paru-paru seperti pneumonia bisa ringan atau berat, khusunya pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau kondisi kronis, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Nah, untuk ciri-ciri dari infeksi paru ini sendiri memang bervariasi, tergantung dari beberapa faktor. Misalnya usia dan kondisi kesehatan keseluruhan, hingga factor penyebabnya. Lalu apa saja sih, sederet ciri infeksi paru-paru yang kerap tidak disadari oleh banyak orang? Melansir Healthline, Minggu (3/7/2022) berikut ulasannya di bawah ini.

1. Nyeri dada: Nyeri dada yang disebabkan oleh infeksi paru-paru hadir dengan nyeri tajam atau menusuk. Nyeri dada biasanya memburuk saat batuk atau bernapas dalam-dalam. Kadang malah rasa sakit yang tajam ini juga bisa teras di punggung bagian tengah hingga atas.

2. Batuk: Untuk infeksi paru, batuknya mengeluarkan lender kental. Lendir ini bisa juga mengandung darah. Dengan bronkitis atau pneumonia, penderita mungkin mengalami batuk dengan lendir kental yang mungkin memiliki warna berbeda. Selain itu, batuknya juga tahan lama bisa sampai selama beberapa minggu bahkan setelah gejala lain membaik.

3. Sakit badan: Pengidap paru biasanya akan merasakan sakit di otot dan punggung (myalgia) Kadang-kadang, bisa juga berkembang jadi peradangan pada otot-otot yang menyebabkan nyeri tubuh ketika mengalami infeksi.

4. Demam: Ini terjadi saat tubuh kita mencoba melawan infeksi. Suhu tubuh normal biasanya sekira 98,6° F (37° C). Jika ada infeksi paru-paru bakteri, demam bisa naik hingga setinggi 105° F (40,5° C) yang berbahaya. Maka dari itu, segera periksa ke dokter jika demam melebihi 102° F (38,9°C) atau sudah demam lebih dari tiga hari.

5. Sesak napas: Kondisi ketika mau bernapas saja sulit rasanya, atau malah tidak bisa bernapas sepenuhnya.

6. Hidung meler: Hidung meler dan gejala mirip flu lainnya seperti bersin. Ini sering menyertai infeksi paru-paru, misalnya bronkitis.

7. Mengi: Ialah ketika sedang menghembuskan napas, terdengar suara siulan bernada tinggi yang dikenal sebagai mengi. Mengi ini ditimbulkan akibat saluran udara yang menyempit atau adanya peradangan.

 BACA JUGA:Dokter Beberkan 5 Faktor Penentu Fatalitas pada Infeksi Paru

BACA JUGA:Apakah Infeksi Paru Akut Bisa Sebabkan Kanker?

8. Kelelahan: Saat tubuh tengah melawan infeksi, biasanya akan merasa lesu dan lelah saat tubuh melawan infeksi. Pada waktu-waktu seperti ini, istirahat sangat utama.

9. Suara berderak di paru-paru: Suara berderak di dasar paru-paru, alias bibasilar crackles ini terdengar ketika dokter memeriksa pengidap infeksi paru dengan stetoskop.

10. Bibir atau kulit membiru: Bibir atau kuku mulai tampak berwarna agak biru, hal ini akibat terjadinya kekurangan oksigen.

1
3