Share

Bukan Pakai Sepatu, Andien Olahraga Lari di CFD Pakai Sandal

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 03 Juli 2022 08:42 WIB
$detail['images_title']
Andien (Foto: Instagram @andienaisyah)

KEGIATAN Car Free Day (CFD) kembali dibuka beberapa waktu lalu, setelah sempat absen karena kenaikan angka kasus Covid-19.

Masyarakat pun kembali antusias mengikuti CFD, bisa kembali berolahraga di kawasan Thamrin-Sudirman, tidak terkecuali penyanyi Andien. Terlihat dalam video yang ia unggah ke akun TikTok pribadinya, baru-baru ini Andien bersama sang suami seru tengah olahraga lari di kawasan CFD.

Namun menariknya, jika normalnya orang berolahraga lari memakai sepasang sepatu khusus lari alias running shoes, atau bisa juga memakai sepatu sneakers. Penyanyi jazz satu ini terlihat malah mengenakan sandal model barefoot sandal warna hitam.

Dalam keterangan video, Andien menyebut ini kali pertama dirinya olahraga lari memakai sandal.

“Pertama kalinya nyobain CFD pakai Tapak Pyopp Fledge Barefoot Sandals,” tulis Andien.

 

(Foto: TikTok @andienaisyah)

Ternyata olahraga lari seperti jogging, memakai sandal bukan hal baru. Andien menyebut, sang adik yang merupakan seorang trail runner justru sudah rutin olahraga lari mengenakan barefoot sandal sejak lima tahun yang lalu.

“Adikku, trail runner yang sudah tiap hari pakai barefoot footwear dari 2017,” tambahnya.

Lalu apakah berlari dengan sandal meminimalkan atau justru bisa meningkatkan risiko cedera? Mengutip Singaporetech, Minggu (3/7/2022) studi dari mahasiswa Fisioterapi dan Engineering, Singapore Institute of Technology yang membandingkan pola lari memakai sepatu lari biasa dengan pola yang menggunakan sandal lari.

Hasilnya, tim mendapati bahwa berlari dengan sandal dapat mengubah biomekanik tubuh (meningkatkan tingkat posisi lutut ditekuk, dengan pergelangan kaki mengarah ke luar saat kaki pertama kali bersentuhan dengan tanah).

Selain itu, berlari dengan sandal sepertinya menurunkan GRF (gaya reaksi tanah) yang diberikan oleh tanah pada tubuh yang bersentuhan dengan tanah, meningkat ketika tubuh bergerak karena gaya akselerasi.

Hal ini menunjukkan bahwa dampak didistribusikan kurang cepat dari tanah ke tubuh, yang disebutkan mungkin bisa menurunkan risiko cedera saat berlari. Namun sebagai catatan, terkait hal ini tim peneliti menyebut studi lebih lanjut berdasarkan populasi yang lebih besar pada berbagai tahap beradaptasi dengan sandal, serta berlari di medan yang berbeda masih dibutuhkan.

 BACA JUGA:5 Kiat agar Tidak Malas Olahraga, Jangan Cuma Jadi Kaum Rebahan!

BACA JUGA:Kualitas Udara sedang Buruk, Kapan Waktu Terbaik Berolahraga Outdoor?

1
2