Share

19 Provinsi Terdampak Wabah PMK, Prof Wiku: Disiplin Kebijakan yang Diatur Pemerintah

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 02 Juli 2022 19:37 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Profesor Wiku Adisasmito memberikan imbauan terkait wabah PMK. (Foto: Dok Satgas Covid-19)

KASUS wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) di Indonesia makin luas. Ketua Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Nasional Profesor Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa ada 19 provinsi dan 223 kabupaten/kota yang terdampak wabah PMK.

"Sebagai informasi sampai dengan saat ini ada 19 provinsi dan 223 kabupaten/kota yang terdampak wabah PMK," ungkap Prof Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (2/7/2022).

Baca juga: Sering Tidak Disadari, Ini 10 Ciri Infeksi Paru seperti Diidap Tjahjo Kumolo 

Ia menjelaskan, ada 5 provinsi yang tertinggi dalam kasus wabah PMK. "Lima provinsi tertinggi yang terdampak PMK adalah Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Tengah, Aceh, dan Jawa Barat," paparnya.

Guna mengantisipasi wabah PMK tersebut, Prof Wiku mengatakan penanganannya sama seperti covid-19. Di mana juga melibatkan seluruh kementerian/lembaga, TNI/Polri, media massa, pakar, dan masyarakat yang saling bekerja sama.

Baca juga: Mengenal Manfaat Pilates: Obati Skoliosis hingga Masalah Pinggul Usai Melahirkan 

Sehubungan dengan hari raya Idul Adha, Prof Wiku mengimbau masyarakat tetap mematuhi peraturan yang sudah dikeluarkan pemerintah. Dalam hal ini berkaitan dengan daging kurban dan protokol kesehatan.

"Menjelang akhir Idul Adha diharapkan masyarakat bisa disiplin terhadap kebijakan yang diatur pemerintah agar menyempurnakan ibadah kurban yang khusyuk dan aman dari penularanan PMK," imbuhnya.

Wabah PMK dikatakan bukan hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga pada aspek ekonomi. Sekadar informasi, sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan penyakit mulut dan kuku di Jawa Timur tidak berbahaya bagi manusia.

Baca juga: Atasi Heat Stroke Jamaah Haji, Kemenkes Sediakan Rompi Penurun Suhu 

Baca juga: Vaksinasi Booster Segera Jadi Syarat Utama Masuk Fasilitas Publik 

Dia menyatakan wabah PMK tidak seperti covid-19 yang penularannya terjadi dari hewan seperti kelelawar ke manusia.

"Penyakit mulut dan kuku domainnya ada di hewan. Jadi hampir tidak ada loncat ke manusia," tegas Menkes Budi dalam Keterangan Pers Menteri Kabinet Indonesia Maju di YouTube Sekretariat Presiden, Senin 9 Mei 2022.

1
2