Share

Atasi Heat Stroke Jamaah Haji, Kemenkes Sediakan Rompi Penurun Suhu

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 02 Juli 2022 14:34 WIB
$detail['images_title']
Rompi penurun suhu untuk jamaah haji yang mengalami heat stroke. (Foto: Kemenkes)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyediakan rompi khusus sebagai pertolongan pertama bagi petugas dan jamaah haji yang mengalami heat stroke. Rompi penurun suhu ini didesain memanfaatkan teknologi carbon cool.

Ketersediaan rompi sebanyak 10 unit sudah disiapkan untuk petugas. Sementara 20 unit disiapkan untuk pertolongan pertama pada jamaah haji yang mengalami heat stroke.

Baca juga: 5 Potret Tempat Hewan Kurban di Makkah, Luas dan Banyak Pilihan Lho! 

"Rompi penurun suhu ini merupakan inovasi pelayanan kesehatan di musim haji 1443H untuk penanganan kasus heat stroke yang mungkin terjadi di musim haji 2022 ini," ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dr Budi Sylvana MARS, dikutip dari laman Kemenkes, Sabtu (2/7/2022).

Apabila ada jamaah haji yang mengalami heat stroke, maka akan dipakaikan rompi lengkap dengan decker untuk meredam saraf-saraf sensorik. Dipakaikan di bagian tubuh terbuka yang tersengat matahari yaitu lengan, paha, dan betis.

Baca juga: Sering Tidak Disadari, Ini 10 Ciri Infeksi Paru seperti Diidap Tjahjo Kumolo 

Dalam keaadaan darurat, techno cool bisa langsung ditempelkan di tubuh pasien. Penggunaan techno cool bukan tanpa sebab, daya tahan dingin yang lama dan titik leleh menjadi alasan utama teknologi ini digunakan.

"Bisa bertahan 8–12 jam, jauh lebih lama dibandingkan dengan penggunaan es atau ice gel, tidak cepat mencair, dan tidak basah," jelas Tim Dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah sekaligus Tim Peneliti Dr dr Rr Suzy Indharty MHA MKes SpBS(K) Spesialis bedah saraf konsultan tumor otak.

Sebelumnya, menurut Kepala KKHI Makkah dr Muhammad Imran bahwa heat stroke kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas, karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan.

"Untuk itu upaya-upaya pencegahan harus gencar dilakukan. Untuk petugas mulai dari edukasi cara menyemprot air, cara melarutkan dan waktu tepat minum cairan elektrolit. Sementara untuk jamaah, selalu melengkapi diri dengan APD dan jangan tunggu haus untuk minum," papar dr Imran.

Baca juga: Studi: Cara Memegang Pulpen Bisa Jadi Indikator Risiko Penyakit Alzheimer 

Baca juga: Reinfeksi Covid-19 Bisa Sebabkan Komplikasi? 

1
2