Share

Kenapa Infeksi Paru pada Orang Tua seperti Dialami Tjahjo Kumolo Berisiko Picu Kematian?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 01 Juli 2022 18:32 WIB
$detail['images_title']
Tjahjo Kumolo (Foto: Dok.Okezone)

MENPAN-RB Tjahjo Kumolo sebelum meninggal dunia diketahui mengidap infeksi paru akut. Tidak banyak informasi yang tersebar terkait seberapa serius penyakit itu hingga akhirnya sang menteri tutup usia.

Tapi, masyarakat perlu tahu bahwa infeksi paru yang dialami orang tua seperti Tjahjo Kumolo yang berusia 64 tahun akan meningkatkan risiko kematian.

"Fatalitas infeksi paru akan sangat bergantung pada beberapa hal, salah satunya adalah usia. Semakin lanjut usia pasien infeksi paru, maka risiko fatalitas infeksi paru akan lebih berat," terang Dokter Spesialis Paru dr Agus Dwi Susanto, pada MNC Portal, Jumat (1/7/2022).

Tjahjo Kumolo

Pada orang tua atau lansia, kecenderungannya memiliki imunitas atau kekebalan tubuh yang buruk. Karena kondisi itu, ketika infeksi paru menyerang, perlindungan dari tubuh tidak lagi optimal.

"Kalau sudah tua, imunitas tubuh seseorang itu sudah buruk dan karena itu pneumonia yang terjadi cenderung berat dan luas," tambahnya.

BACA JUGA : Dokter Beberkan 5 Faktor Penentu Fatalitas pada Infeksi Paru

BACA JUGA : Apakah Infeksi Paru Akut Bisa Sebabkan Kanker?

Akan lebih berat lagi kondisi infeksi parunya, kata dr Agus, jika si pasien punya komorbid seperti diabetes, stroke, penyakit jantung, atau masalah ginjal.

"Jika pasien punya komorbid bahkan komorbidnya lebih dari satu, itu cenderung memperberat infeksi paru," ungkapnya.

Dokter Agus pun menjelaskan bahwa faktor lain yang bisa membuat infeksi paru semakin serius bahkan menyebabkan kematian adalah jenis virus, bakteri, atau jamur penyebab infeksi paru si pasien.

Artinya, kalau jenis penyebabnya itu tidak ganas, pneumonia cenderung ringan. Tapi, kalau penyebab infeksi parunya ganas, pneumonia akan lebih berat dan fatal.

Dijelaskan juga bahwa infeksi baru bisa fatal jika penanganannya terlambat. Maksudnya, jika pasien infeksi paru mendapatkan pertolongan pengobatan pada situasi yang sudah serius, maka tindakan medis pun akan kurang bekerja dengan baik.

"Kalau sedini mungkin diobati infeksi parunya, infeksi bisa lebih teratasi. Kalau sudah terlambat, infeksi akan lebih berat dan lebih sulit teratasi," ungkap dr Agus.

1
2