Share

Wakil Ketua Banggar Ambruk, Kenapa Hipertensi Bisa Buat Orang Pingsan?

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 17:51 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Hipertensi. (Foto: Shutterstock)

WAKIL Ketua Badan Anggaran (Banggar) Muhidin Mohamad Said ambruk sesaat setelah menyerahkan naskah laporan RAPBN Tahun 2023 ke Ketua DPR Puan Maharani. Tidak lama, Muhidin pun harus dibawa keluar dengan kursi roda.

Sekjen DPR Indra Iskandar menjelaskan, berdasarkan informasi dari tim medis, Muhidin terkena serangan hipertensi. Muhidin saat ini pun tengah menjalani observasi di di klinik DPR.

dr. Wahyu Febrianto seperti dikutip dari alodokter mengatakan, pada gangguan jantung, baik irama ataupun fungsi bisa menyebabkan tidak maksimalnya aliran darah utamanya ke otak. Hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya pingsan.

Hipertensi

"Krisis hipertensi adalah keadaan dimana tensi >180/120 mmHg dimana pada kondisi hipertensi emergensi dapat mengancam organ-organ seperti otak yang bisa menyebabkan kehilangan kesadaran," katanya.

"Rasa sakit pada bagian dada kiri juga bisa dipengaruhi oleh keadaan tersebut jika aliran darah ke jantung mengalami gangguan," tambahnya.

Selain itu, dia mengatakan tekanan darah yang turun terlalu rendah secara tiba-tiba juga dapat mengakibatkan terjadinya pingsan karena aliran darah ke otak terganggu. Pada kondisi gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, juga bisa menyebabkan pingsan.

"Ada baiknya keadaan tersebut segera di bawa periksa ke dokter utamanya ke IGD jika memang baru saja mengalami pingsan. Karena dengan kondisi yang seperti itu, dikhawatirkan memang terjadi kegawatan yang harus segera ditangai," katanya.

Nantinya, dokter pun akan melakukan pemeriksaan langsung oleh dokter dan jika diperlukan akan dilakukan pemeriksaan tambahan seperti gula darah, roentgen dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan.

Terapi yang diberikan bisa jadi akan dilakukan dengan obat-obatan secara rawat jalan, namun bisa juga akan membutuhkan rawat inap. "Kondisi tekanan darah tinggi memang harus terus menjalani pengobatan dan kontrol secara rutin pada dokter," jelas dia.

1
2