Share

Kenapa Banyak Jemaah Haji Meninggal karena Penyakit Jantung?

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 16:14 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Ibadah Haji. (Foto: Shutterstock)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat hingga hari ke -28 haji tahun ini sudah ada 14 kematian jemaah haji asal Indonesia. Dari 14 orang tersebut, 12 di antaranya disebabkan oleh penyakit jantung.

Penyakit Jantung menggambarkan kondisi jantung mengalami gangguan. Kondisi tersebut banyak dialami para jemaah haji Indonesia, yang kambuh akibat aktivitas fisik terlalu berat.

Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr Mohammad Rizki Akbar, Sp.JP(K) menyampaikan sedikitnya melayani 10 pasien penyakit jantung di pelayanan rawat jalan KKHI Makkah setiap harinya.

"Di poli risti (poli rawat jalan untuk jemaah risiko tinggi), kami melakukan pelayanan antara 10-20 pasien per hari” ujar dr. Rizki dilansir dalam laman resmi Kemenkes, Kamis (30/6/2022).

Sementara itu, menurut dr Rizki bukan hanya aktivitas fisik yang berat. Umumnya pasien sudah memiliki faktor lain pemicu yaitu hipertensi, ditambah dengan cuaca yang ekstrim di Arab Saudi.

“Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko untuk terjadinya kelainan jantung. Jadi kalau jemaah dengan aktivitas yang tinggi dan tidak dikontrol obat obatan, menyebabkan tekanan darahnya naik dengan cepat, jadi itu bisa memicu untuk munculnya kelainan jantung.” jelasnya.

Kendati demikian, dr Rizki mengatakan para jemaah haji perlu memahami batas kemampuan fisik diri sendiri, mengingat ibadah haji merupakan ibadah yang melibatkan aktivitas fisik berat. Selain itu jemaah juga diminta untuk minum obat rutin tepat waktu.

"Setiap jemaah yang kemudian merasakan adanya keluhan, sebaiknya langsung sampaikan kepada dokter kloternya untuk dievaluasi apakah ada masalah dengan kondisi kesehatannya” ucapnya.

Sebelumnya, dia menyebut terdapat tiga jenis kelainan jantung yang dialami oleh jamaah yang dirawat di KKHI Makkah, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap.

1
2