Share

Seberapa Ampuh Ganja untuk Obati Celebral Palsy? Begini Jawaban Dokter

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 13:43 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Daun Ganja. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT Celebral Palsy menjadi perhatian publik, setelah seorang ibu meminta agar ganja bisa jadi pengobatan anaknya yang mengidap Celebral Palsy. Nah, yang menjadi pertanyaan apakah benar seampuh itu ganja untuk mengobat celebral palsy.

Dokter Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan mengatakan bahwa pengobatan dengan ganja, belum bisa dipastikan aman dan bisa dalam pengobatan tahap awal (lini pertama).

Terlebih dalam mengobati penyakit tertentu, seperti Celebral Palsy disebut penyakit yang menyebabkan gangguan pada koordinasi dan gerakan otot tubuh.

Ganja Medis

"Ada banyak penelitian awal penggunaan ganja. Memang ada THC (komplemen aktifnya) tapi problem adalah efidence atau buktinya pengobatan belum cukup kuat masih sangat terbatas dan masih baru," kata Dr Fajri kepada MNC Portal, Kamis (30/6/2022).

Sehubungan dengan itu, Dr Fajri menegaskan bahwa pengobatan dengan ganja, seperti Cannabidiol (CBD) yang dibutuhkan oleh Ibu ditemui Andien, masih belum bisa dipastikan. Sebagaimana menurutnya, penyakit yang diidap sang anak 'Celebral Palsy' tadi, tidak diketahui stadium berapa dan sudah melakukan pengobatan apa saja,dll secara lebih detail.

Melansir dari penelitian dari RACGP.org terkait Medicinal cannabis use in palliative care bahwa penggunaan ganja baru ada dua di Australia yang terdaftar di Australian Register of Therapeutic Goods.

Ini adalah nabiximols, 1:1 cannabidiol (CBD): tetrahydrocannabinol (THC) oromucosal spray (Sativex), berlisensi untuk mengobati kelenturan pada multiple sclerosis, dan minyak CBD (Epidyolex) untuk bentuk epilepsi anak yang langka.

Dalam penelitian itu juga dijelaskan, tidak mungkin bahwa ganja obat digunakan sebagai pengobatan lini pertama untuk pengelolaan nyeri, mual dan gejala spesifik lainnya. Tetapi mungkin memiliki peran adjuvant atau pelengkap dalam manajemen gejala dalam perawatan paliatif.

"Sehingga apakah dikemudian hari mungkin bisa menyembuhkan atau mengurangi nyeri mungkin saja. Tapi sejauh ini detik ini, buktinya belum cukup kuat untuk digunakan secara rutin pada pengobatan untuk lini pertama," jelasnya.

"Pada kasus tersebut kita nggak boleh berkomentar banyak karena kita nggak punya data, ini kasusnya bagaimana apa benar sakit Celebral Palsy, sudah stadium berapa dan sudah melakukan pengobatan apa saja, dll," sambung Dr Fajri.

1
2