Share

Masih Jadi Perdebatan, Penyakit Apa Saja yang Bisa Diobati dengan Ganja Medis?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 12:47 WIB
$detail['images_title']
Ganja untuk medis (Foto: Healthline)

AKHIR-AKHIR ini muncul wacana legalisasi ganja medis di Indonesia. Hal ini terjadi usai ibu bernama Santi meminta diperbolehkannya ganja medis bagi anaknya, Pika yang sakit cerebral palsy. Bahkan DPR pun ikut-ikutan bersuara soal ganja medis.

Nah, sebenarnya penyakit apa saja sih yang bisa diobati dengan ganja medis. Seperti dilansir dari Very Well, penggunaan ganja medis itu beragam. Penggunaan ganja medis bisa untuk penambah nafsu makan atau anti-mual, antispasmodik dan anti-konvulsan, analgesik (pereda nyeri), modulator sistem anti-inflamasi dan kekebalan tubuh, pereda kecemasan, antidepresan untuk gangguan mood, serta pengurangan dampak buruk pengganti obat-obatan berbahaya lainnya.

 ganja medis

Penyakit apa saja yang bisa diobati dengan ganja medis?

1. Penyakit Alzheimer

Hingga saat ini obat yang paling efektif untuk Alzheimer belum ada, tapi para ilmuwan mencoba ganja medis yang diklaim dapat memperlambat perkembangan penyakit ini.

2. Epilepsi

Percobaan laboratorium telah menunjukkan bahwa senyawa aktif yang terkandung di dalam ganja medis diklaim dapat membantu mengurangi jumlah kejang, bahkan pada kasus tertentu bisa menghentikan sepenuhnya.

3. Sklerosis ganda

Inflamasi menjadi awal penyakit ini memperburuk kondisi kesehatan. Sel-sel saraf mulai terpengaruh, terutama di area sumsum tulang belakang dan otak. Nah, penggunaan ganja medis diklaim bisa menurunkan risiko atau kejadian kejang otot.

4. Onkologi

Orang dengan kanker diklaim bisa diobati dengan ganja medis. Ganja dalam dosis kecil diklaim bisa meredakan nyeri karena kanker. Tak hanya itu, ganja juga dipakai untuk menaikkan nafsu makan dan mengobati insomnia pasien kanker.

5. Skizofrenia

Jurnal medis yang diterbitkan khusus menunjukkan bahwa terjadi dampak positif pada pasien skizofrenia.

6. Diabetes

Karena insulin selalu dibutuhkan oleh penderita diabetes, dokter mungkin akan meresepkan ganja media untuk membantu mengontrol kadar gula darah.

7. Radang sendi

Ganja medis diklaim bisa mengurangi nyeri arthritis. Tepatnya, ganja medis mengurangi rasa sakit akut penyakit ini. Direkomendasikan dengan dosis kecil.

 BACA JUGA:Apakah Ganja Medis Aman Buat Pengobatan?

8. Hepatitis C

Tidak ada penelitian yang secara jelas mengatakan bahwa ganja medis dipakai untuk mengatasi Hepatitis C. Tapi, studi menunjukkan bahwa zat turunan ganja medis diklaim dapat menyembuhkan penyakit.

Sementara itu, Prof Zubairi Djoerban yang merupakan Tim Ahli Ikatan Dokter Indonesia yang akrab disapa Prof Beri menjelaskan, pada dasarnya beberapa negara melegalkan penggunaan ganja medis untuk menangani beberapa penyakit.

"Merupakan fakta bahwa ganja medis itu legal di sejumlah negara, bahkan untuk non-medis," katanya di unggahan Twitter.

Ia melanjutkan, meski mendapat status legal untuk medis di beberapa negara, ganja tidak sepenuhnya aman.

Diterangkan Prof Beri, jika penggunaan tidak ketat, ganja medis bisa menyebabkan konsekuensi kurang baik bagi penggunanya.

"Jika penggunaan ganja medis tidak ketat, bisa terjadi penyalahgunaan yang menyebabkan konsekuensi kesehatan bagi penggunanya," terangnya.

1
2