Share

Imunisasi Rendah karena Pandemi, Polio hingga Hepatitis Bisa Jadi Beban Ganda

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 12:17 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Imunisasi Dasar. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 memang menyebabkan banyak hal terhenti, salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan dan imunisasi dasar. Pasalnya, banyak orang ragu untuk kek rumah sakit ataupun puskesmas untuk melakukan imunisasi karena takut terpapar Covid-19.

Menurunnya angka imunisasi ini pun bisa membuat risiko penyakit PD3i atau penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Adapun penyakit yang masuk dalam golongan PD3I adalah polio, hepatitis B, pertusis, difteri, haemophilus influenzae tipe B, campak dan tetanus.

Kementerian Kesehatan mengungkap ada sekitar lebih dari 1,7 juta bayi yang belum mendapatkan imunisasi dasar selama periode 2019-2021. Kondisi yang bisa memicu peningkatan kasus di tengah pandemi akibat penyakit lain.

Imunisasi anak

"Bila kekurangan cakupan imunisasi ini tidak dikejar maka akan terjadi peningkatan kasus yang akan menjadi beban ganda di tengah pandemi,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu, dilansir dalam laman Kemenkes, Kamis (30/6/2022)

Dalam mengejar cakupan imunisasi, pemerintah pun mengadakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). BIAN terdiri dari dua kegiatan layanan imunisasi yakni pertama layanan imunisasi tambahan, berupa pemberian satu dosis imunisasi campak dan rubela tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Kedua layanan imunisasi kejar, berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi status imunisasi dasar maupun lanjutan bagi anak yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia. Di mana pelaksanaan BIAN dibagi atas dua tahap, tahap pertama diberikan bagi semua provinsi yang berada di luar Pulau Jawa dan Bali mulai bulan Mei 2022.

Sementara tahap 2 dilaksanakan mulai Agustus 2022 di provinsi yang ada di Jawa dan Bali. Untuk imunisasi campak rubella menyasar usia 9 sampai 59 bulan, dan imunisasi kejar diberikan pada anak usia 12 sampai 59 bulan yang tidak lengkap imunisasi OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib.

"Kita harus ingat kembali bahwa bila kesenjangan imunitas ini tidak segera kita tutup, maka akan terjadi peningkatan kasus dan KLB yang akan menjadi beban ganda di tengah pandemi, kita juga berpotensi gagal mencapai target eliminasi campak rubela pada tahun 2023 dan gagal mempertahankan Indonesia bebas polio yang telah dicapai sejak 2014,” tambah dr Maxi.

1
2