Share

Waduh, Kematian Jamaah Haji Indonesia Didominasi Penyakit Jantung

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 11:31 WIB
$detail['images_title']
Sakit jantung (Foto: Pixabay)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengungkap penyakit jantung mendominasi kematian jamaah haji, hingga hari ke -28 operasional haji tahun ini. Di mana dari 14 kematian, 12 diantaranya disebabkan oleh penyakit jantung.

Menurut dr. Mohammad Rizki Akbar, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah terdapat tiga jenis kelainan jantung yang dialami oleh jamaah yang dirawat di KKHI Makkah, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap.

 jamaah haji

"Kelompok pertama yang paling banyak masuk kepada kelompok gagal jantung,” ungkap dr. Rizki dilansir dari laman resmi Kemenkes, Kamis (30/6/2022).

Diketahui kelompok pertama ini mengalami sesak nafas, juga mudah lelah saat beraktivitas. Mereka biasanya ditandai dengan adanya bengkak di tungkai kaki, lanjut dr Rizki.

Sementara kelompok kedua adalah pasien dengan keluhan nyeri dada. Hal ini terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah di jantung. Kemudian, kelompok ketiga adalah pasien yang datang dengan keluhan berdebar.

 BACA JUGA:Sakit Jantung, Kadir Srimulat Bertahan Hidup dengan Jual Rumah hingga 3 Kali

Dengan begitu, dia menyarankan para jamaah yang memiliki faktor risiko jantung harus segera menyampaikan kepada petugas kesehatan di kloter, baik kepada dokter maupun perawat. Sehingga segera dapat dilakukan evaluasi terhadap kondisi jemaah dan diputuskan tindakan yang dibutuhkan jemaah.

“Sehingga mereka bisa langsung lakukan evaluasi apakah ini terkait dengan perburukan kondisi ataukah tidak. Dengan demikian kita bisa melakukan pelayanan pengobatan di KKHI.” jelas dr. Rizki

Sekadar informasi, berdasarkan data sampai Senin (27/6), dari sebanyak 462 jemaah yang menjalani pemeriksaan rawat jalan, 42 diantaranya terkait dengan kelainan jantung. Sementara dari total 179 jemaah yang menjalani rawat inap, 13 diantaranya merupakan pasien jantung.

1
2