Share

6 Anak Terpaksa Dilarikan ke Dokter Akibat Konsumsi Ganja

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 11:41 WIB
$detail['images_title']
Anak konsumsi ganja (Foto: Healthline)

SEBANYAK 6 anak di Thailand terpaksa dilarikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan usai mengonsumsi ganja. Salah satunya anak perempuan berusia 3 tahun.

Keenam anak mengalami efek samping ganja antara 21 dan 26 Juni setelah secara sadar atau tidak sengaja mengonsumsi ganja atau makanan yang mengandung ganja. Hal ini menurut Royal College of Paediatricians of Thailand.

 ganja

Seperti dilansir dari Thai PBS, Asst. Prof. Dr. Opass Putcharoen, Kepala Pusat Klinis Penyakit Menular di Rumah Sakit Chulalongkorn, anak perempuan 3 tahun itu memakan sebagian kue, yang diyakini mengandung ganja, yang dibeli oleh seorang kerabatnya. Anak kecil itu jadi mengantuk terus dan dikirim ke RS untuk mendapatkan perawatan.

Sedangkan kasus kedua menyangkut pasien psikiatris berusia 14 tahun. Ia tak mau minum obat selama dua minggu. Dia malah merokok sebatang rokok ganja untuk menghilangkan stres. Akibatnya ia menjadi bingung dan suasana hatinya berubah. Dia dirawat di RS dan sudah dipulangkan.

 BACA JUGA:Ganja Medis Viral Terkait Penyakit Cerebral Palsy, Bagaimana Gejalanya?

Kasus lainnya, seorang remaja berusia 17 tahun di Provinsi Phichit mengonsumsi bunga ganja untuk bersenang-senang. Akibatnya ia mengalami halusinasi, menjadi agresif dan mencoba melukai dirinya sendiri. Dia juga dirawat di RS sebelum dipulangkan.

Kasus lain lagi menyangkut seorang anak berusia 16 tahun, yang mengisap ganja yang diberikan kepadanya oleh seorang teman. Namun ia malah makin cemas dan mencoba melukai dirinya sendiri. Dia kemudian disarankan untuk cuti sekolah dan dirawat dengan obat psikiatri. Intinya sebanyak 6 anak dari berbagai kasus harus mendapat perawatan akibat efek samping ganja.

Dr Opass mengatakan, para dokter yang merawat anak-anak di bawah umur untuk gejala akibat konsumsi ganja diminta melaporkan hasilnya ke Royal College of Paediatricians dan Paediatrics Society of Thailand, sehingga mereka dapat mencatat semua kasus dan mencari solusinya.

Selain itu juga untuk membuat langkah-langkah guna melindungi anak-anak dari efek berbahaya dari tanaman ganja.

1
2