Share

Ganja Medis Viral Terkait Penyakit Cerebral Palsy, Bagaimana Gejalanya?

Hasyim Ashari, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 05:06 WIB
$detail['images_title']
Anak cerebral palsy (Foto: Twitter Andien)

GANJA medis akhir-akhir ini viral karena seorang ibu memperjuangkan ganja medis legal di Indonesia demi pengobatan anaknya yang bernama Pika.

Pika, anaknya yang mengidap cerebral palsy sering mengalami kejang. Bahkan kejangnya bisa dua kali dalam seminggu.

 Ganja

Santi memperjuangkan ganja medis legal di Indonesia demi pengobatan anaknya tersebut.

Cerebral Palsy atau lumpuh otak adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada koordinasi dan gerakan otot tubuh. Dalam banyak kasus, cerebral palsy juga mempengaruhi panca indera seperti penglihatan, pendengaran, serta peraba.

Menurut data yang dihimpun dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat bahwa empat dari 1.000 anak di seluruh dunia mengidap Celebral Palsy.

Lalu bagaimana gejala Cerebral Palsy?

Adapun gejala Cerebral Palsy biasanya tidak langsung terlihat langsung sejak bayi. Gejala akan mulai terlihat ketika bayi menginjak usia 2 sampai 3 tahun.

Berikut gejala Cerebral palsy yang dilansir dari Healthline.

1. Keterlambatan dalam keterampilan motorik, seperti berguling, duduk sendiri, merangkak, hingga kesulitan berjalan.

2. Variasi tonus otot, seperti terlalu terkulai atau terlalu kaku kelenturan, atau otot kaku dan refleks berlebihan serta kurangnya koordinasi otot.

3. Tremor atau gerakan yang tidak disengaja

Keterlambatan perkembangan bicara dan kesulitan berbicara, air liur berlebihan dan mengalami masalah menelan

 BACA JUGA:Apa Saja Zat yang Terkandung Dalam Ganja untuk Kepentingan Medis?

4. Menyukai satu sisi tubuh

Menyukai satu sisi tubuh misalnya meraih dengan satu tangan, mengalami masalah neurologis seperti kejang. Lalu jalan kaki misalnya dengan menyeret satu kaki

(DRM)