Share

9 Fakta Soal Penyakit Jantung, Bisa Serang Anak Bayi Loh

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 11:34 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Penyakit Jantung. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT jantung memang sering merenggut nyawa penderitanya secara tiba-tiba. Sampai saat ini pun penyakit jantung masih menjadi salah satu kondisi yang mengancam keselamatan jiwa di seluruh dunia.

Menurut data WHO penyakit kardiovaskular, yang salah satunya penyakit jantung, telah menyumbang 31 persen dari total 56,5 juta kematian di dunia. Berikut beberapa fakta penyakit jantung yang patut Anda ketahui seperti dilansir dari KlikDokter:

Menyerang Segala Usia

Meski paling sering terjadi pada kelompok usia lanjut (65-74 tahun), penyakit jantung juga bisa menimpa orang-orang yang masih berusia muda. Fakta menyebutkan, beberapa kejadian jantung koroner sempat ditemukan terjadi pada kelompok lebih muda yaitu usia 35-44 tahun. Orang-orang dengan riwayat gangguan jantung bawaan lahir juga berisiko mengalami penyakit jantung, bahkan di usia yang lebih muda dari itu.

Sakit Jantung

Bisa Dialami Sejak Lahir

Penyakit jantung bawaan dialami sejak lahir. Bayi yang terkena penyakit jantung bawaan bisa menunjukkan ciri berupa tampak membiru dan sesak saat menyusu atau menangis, bengkak di area mata dan tungkai, serta berat badan tidak bertambah.

Dalam beberapa kondisi, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi jantung. Hal ini bertujuan melihat apakah terdapat kelainan pada jantung bayi baru lahir.

Penyakit Jantung Bisa Bervariasi

Penyakit jantung merupakan istilah umum dari semua penyakit yang menyerang jantung, jadi tidak hanya serangan jantung. Penyakit jantung memiliki ragam variasi. Hal ini tergantung di mana letak gangguan terjadi.

Contohnya, penyakit jantung koroner akibat penyempitan pembuluh darah di jantung, penyakit jantung bawaan, gangguan irama jantung (aritmia), gagal jantung, dan infeksi jantung (endokarditis).

Penyakit Jantung Koroner Paling Sering Terjadi

Penyakit jantung yang paling umum ditemui adalah penyakit jantung koroner (PJK). Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyatakan, prevalensi (jumlah) tertinggi untuk penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung di Indonesia adalah PJK.

Dalam PJK, penyempitan pembuluh darah (koroner) di jantung menyebabkan jaringan jantung tidak mendapatkan suplai oksigen dan gizi yang memadai. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh.

Memiliki Gejala Umum

Gejala penyakit jantung sangat bervariasi tergantung jenisnya. Kendati begitu, sebagian besar kasus penyakit jantung sangat mungkin menyebabkan nyeri dada, detak jantung tidak teratur, sesak napas, pusing, badan lemas, lelah, mual, keringat dingin, hingga hilang kesadaran.

Gejala Berbeda pada Wanita dan Pria

Gejala penyakit jantung yang muncul dapat berbeda pada pria dan wanita. Pada pria, gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri dada. Bagi wanita, gejala yang cenderung terjadi adalah nyeri dada disertai sesak napas, mual, dan kelelahan ekstrem.

Bisa Terjadi Serangan Jantung

Pasien penyakit jantung dapat mengalami serangan jantung, khususnya jika penyakit tidak terdeteksi lebih awal. Serangan jantung, yang juga disebut infark miokard, terjadi akibat aliran darah ke jantung tersumbat tiba-tiba.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh gumpalan darah. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab serangan jantung yang utama. Sampai saat ini belum ada cara mengetahui kapan serangan jantung pada pasien penyakit jantung akan terjadi. Akan tetapi, risikonya bisa diturunkan.

Butuh Pemeriksaan Penunjang

Selain wawancara medis dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang biasanya juga diperlukan untuk mengonfirmasi dan menilai keparahan penyakit jantung.

Sering kali, lebih dari satu pemeriksaan diperlukan guna mendapatkan informasi yang benar-benar akurat terkait penyakit jantung yang dialami pasien. Karena, setiap pasien penyakit jantung memiliki gejala yang tidak selalu sama.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan meliputi elektrokardiogram (EKG), ekokardiografi, stress test, holter monitoring, tilt table test, CT scan jantung, MRI jantung, ataupun katerisasi jantung.

Bisa Dicegah

Penyakit jantung dapat dicegah dengan menghindari faktor risikonya. Anda mesti berhenti merokok, tidak minum alkohol, membatasi atau menghindari makanan tinggi lemak, garam, gula, dan berkolesterol tinggi; menjaga berat badan tetap ideal, rutin berolahraga, dan mengelola stres dengan baik.

Itulah sederet fakta mengenai penyakit jantung yang perlu Anda pahami. Selalu ingat, penyakit jantung adalah keadaan mematikan yang sering hadir diam-diam.

Atas dasar ini, jika merasakan sesuatu yang tidak beres dengan jantung, dan sebelumnya punya riwayat diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi; serta terbiasa merokok, sebaiknya segera periksakan lebih lanjut ke dokter.

1
3