Share

Marshanda Sudah Ditemukan, Berapa Lama Fase Manic Biasanya Berlangsung?

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 14:37 WIB
$detail['images_title']
Artis cantik berbakat Marshanda (Foto: inst)

ARTIS cantik Marshanda sempat dikabarkan menghilang di Amerika, walaupun kini sudah ditemukan dalam keadaan sehat-sehat saja.

Seperti diketahui masyarakat, artis cantik tersebut mengidap penyakit bipolar.

 Marshanda

Nah, dr Jap Mustopo B SpKJ dari Rumah Sakit Mayapada, Tangerang menjelaskan, para penderita bipolar perasaan senang dan sedih muncul secara tidak menentu dan berlangsung tiba-tiba.

Bipolar itu sendiri adalah gangguan afektif bipolar. Mood atau keadaan emosi internal merupakan penyebab utama dari gangguan ini.

Bipolar, terang dr Jap, memiliki dua kutub, yaitu manic dan depresi. Gangguan ini bersifat episode yang cenderung berulang, menunjukkan suasana perasaan atau mood dan tingkat aktivitas yang terganggu.

"Terkadang orang itu kan memiliki perasaan atau yang bisa kita sebut sebagai mood meninggi, energi dan aktivitas fisik dan mental meningkat (episode manik atau hipomanik) dan pada waktu lain berupa penurunan mood, energi dan aktivitas dan mental berkurang (episode depresi)," ungkapnya.

Episode manic biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan.

Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. "Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manic," katanya.

Apa penyebab bipolar?

Mereka yang mengalami gangguan bipolar ini beralih dari perasaan sangat senang dan gembira ke perasaan sangat sedih atau sebaliknya.

Dua kutub mood tinggi dan rendah, saling bergantian. Di antara episode peralihan mood ini bisa saja orang megalami mood yang normal. Bisa dikatakan bahwa insiden gangguan bipolar tidak tinggi antara 0,3-1,5 persen. Tapi angka tersebut belum termasuk yang misdiagnosis. Risiko kematian terus membayangi penderita bipolar dan itu lebih karena mereka mengambil jalan pintas.

 BACA JUGA:Marshanda Tak Hilang di AS, Ernest Prakasa Sindir Ada Orang yang Pansos

Penyebab gangguan ini, tidak diketahui secara pasti. Faktor genetika, dan faktor psikososial. Para peneliti pun mengatakan bahwa terjadi disregulasi heterogen dari neurotransmitter atau zat kimia di otak.

Faktor genetika dinilai melalui suatu mekanisme gen yang kompleks, sedangkan peristiwa-peristiwa kehidupan dan stres lingkungan merupakan faktor psikososial yang sering mendahului episode pertama dari gangguan bipolar tersebut.

Episode pertama bisa timbul mulai dari masa kanak-kanak sampai tua. Kebanyakan kasus terjadi pada dewasa muda berusia 20-30 tahun. Semakin dini seseorang menderita bipolar, risiko penyakit akan lebih berat, berkepanjangan, bahkan sering kambuh.

Sementara anak-anak berpotensi mengalami perkembangan gangguan ini ke dalam bentuk yang lebih parah dan sering bersamaan dengan gangguan hiperaktif defisit atensi.

1
2