Share

Kenali 10 Penyebab Bibir Kebas dan Kesemutan, Bisa Herpes hingga Lupus

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 12:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Bibir Kesemutan. (Foto: Shutterstock)

PERNAH mengalami bibir kebas dan kesemutan? Sensasi bibir kebas dan kesemutan memang dapat membuat tidak nyaman. Tapi, pengalaman ini bisa menunjukkan penyakit seseorang.

Bibir kesemutan dapat terjadi secara mendadak atau perlahan. Kondisi ini umumnya ditandai dengan mati rasa atau tidak merasakan sensasi sama sekali saat bibir disentuh.

Bibir kebas dan kesemutan dapat menjadi tanda masalah kesehatan tertentu. Berikut adalah 10 kemungkinan penyebab bibir kesemutan.

Reaksi Alergi

Dijelaskan oleh drg. Wiena Manggala Putri, reaksi alergi terhadap makanan dan obat obatan dapat menyebabkan munculnya rasa kebas dan kesemutan di bibir. Tidak hanya itu, reaksi alergi biasanya juga dibarengi dengan pembengkakkan di bibir.

Pengobatan untuk bibir kesemutan akibat alergi bisa dilakukan dengan cara mencari tahu pencetus alergi. Kemudian, Anda perlu menghindari hal yang memicu alergi tersebut. “Perawatan bibir kesemutan tergantung dari penyebabnya, jika karena alergi, bisa diberikan antihistamin atau kompres dingin,” ucap drg. Wiena seperti dilansir dari KlikDokter.

Pada kasus reaksi alergi parah, Anda harus waspada terhadap gejala anafilaksis. Anafilaksis dapat menyebabkan sulit bernapas dan kehilangan kesadaran diri. Seseorang dengan kondisi ini, perlu mendapatkan penanganan medis segera.

Bibir

Bibir Pecah-Pecah

Bibir pecah-pecah dapat menyebabkan rasa perih atau kesemutan di area bibir. Kondisi bibir retak atau pecah-pecah dapat terjadi karena musim dingin, sakit tenggorokan, atau orang yang memiliki kondisi kulit tertentu, seperti eksim.

Untuk mencegah dan mengobati bibir pecah-pecah, Anda dapat menggunakan pelembap bibir yang mengandung petroleum jelly. Pastikan pelembap tidak mengandung kandungan lain yang dapat mengiritasi bibir, misalnya pewangi atau alkohol. Kemudian Anda bisa meredakan bibir pecah-pecah dengan minum air putih minimal 8 gelas setiap hari.

Cold Sore Akibat Herpes Simpleks

Cold sore ditandai dengan sensasi kesemutan atau terbakar di sekitar mulut dan bibir. Kemudian dapat muncul kutil atau benjolan kecil yang berisi cairan di sekitar bibir. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks. Virus ini dapat ditularkan melalui kontak fisik erat, misalnya berciuman.

Herpes Zoster

Herpes zoster atau cacar api dapat dialami oleh usia anak-anak atau orang dewasa. Infeksi ini dapat menyerang bagian bibir dan menyebabkan rasa gatal, terbakar, kesemutan, serta lecet atau ruam yang menyakitkan.

Anda perlu berobat ke dokter untuk mengatasi herpes zoster. Dokter dapat meresepkan obat antivirus guna mengurangi rasa sakit dan membantu menyembuhkan lecet. Anda juga bisa menggunakan kompres dingin untuk meringankan lepuhan di bibir akibat herpes zoster.

Kerusakan Saraf

Kerusakan saraf dapat terjadi apabila bibir Anda tidak sengaja terkena dingin atau panas yang ekstrim. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat bersentuhan dengan zat kimia keras seperti pemutih atau terbakar sinar matahari. Kondisi ini dapat merusak saraf dan menyebabkan nyeri, kesemutan dan mati rasa di bibir.

Stroke

Melansir Medical News Today, stroke disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Bibir kesemutan dan mati rasa dapat menjadi salah satu gejala stroke. Untuk mengatasi kesemutan dan mati rasa di bibir akibat stroke, dokter dapat memberikan terapi atau obat-obatan untuk mengurangi gejala.

Trauma Saraf Kranial

Saraf kranial terbagi dari beberapa saraf yang berperan mengontrol gerakan dan sensasi di bagian kepala dan wajah. Cedera seperti gegar otak dapat merusak sebagian atau seluruh saraf kranial.

Saraf trigeminal adalah salah satu saraf kranial yang bertanggung jawab atas sensasi di wajah. Jika saraf trigeminal rusak, seseorang dapat mengalami kehilangan sensasi di wajah, termasuk kesemutan atau mati rasa di bibir. Apabila mengalami cedera kepala dalam bentuk apapun, baik itu serius atau tidak, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Panic Attack (Serangan Panik)

Jika bibir kesemutan disertai seperti sesak napas, jantung berdebar kencang, atau badan gemetar, hal itu dapat menandakan gejala serangan panik. Serangan panik bisa sangat mengganggu, tetapi biasanya hanya berlangsung selama 5 hingga 20 menit. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan seperti psikolog atau psikiater jika Anda sering mengalami serangan panik.

Lupus

Lupus adalah penyakit autoimun yang menyerang seluruh bagian tubuh, termasuk saraf. Jaringan di sekitar saraf yang mengalami pembengkakan dapat memengaruhi fungsi saraf dalam mengirimkan informasi.

lupus cukup sulit untuk didiagnosis karena gejala yang mirip dengan kondisi kesehatan lain. Lupus dapat memicu nyeri yang memengaruhi wajah atau membuat kelopak mata yang terkulai. Untuk mengobati bibir yang kesemutan atau mati rasa akibat lupus, maka perlu pengobatan dari penyebabnya yaitu penyakit lupus itu sendiri.

Sindrom Raynaud

Sindrom Raynaud dapat memengaruhi aliran darah ke bagian tubuh, seperti bibir dan lidah. Ketika orang dengan kondisi ini kedinginan atau mengalami stres, pembuluh darahnya menyusut.

Dampaknya, orang dengan sindrom ini dapat mengalami kesemutan, kedinginan ekstrim, atau mati rasa. Orang dengan sindrom Raynaud harus mengurangi stres dan berhenti merokok jika perlu untuk mengurangi gejalanya.

1
3