Share

Studi: Virus Cacar Monyet Saat Ini Bermutasi Lebih Banyak

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 12:09 WIB
$detail['images_title']

CACAR monyet yang tengah merebak, masih menjadi isu kesehatan masyarakat dunia saat ini. Para peneliti pun terus melakukan pengamatan terkait virus cacar monyet ini.

Salah satu contohnya yang teranyar tentang mutasi virus cacar monyet satu ini. Studi penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine, sekelompok peneliti Portugis, menemukan bahwa ada rata-rata 50 mutasi dalam sampel yang ada di tahun 2022.

Jumlah ini disebut lebih banyak jika dibandingkan dengan sampel virus dari 2018 dan 2019, seperti dikutip Fox News, Selasa (28/6/2022).

Para peneliti menuliskan bahwa tingkat mutasi itu ditemukan setelah melihat 15 urutan virus cacar monyet. Menurut para ilmuwan, sebetulnya wabah cacar monyet ini berpotensi jauh lebih besar daripada jumlah kasus yang tercatat saat ini.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, (CDC) mengonfirmasi bahwa ada bukti penularan lokal cacar monyet, selain kasus di mana orang yang terinfeksi melakukan perjalanan ke luar negeri.

Sebagai catatan, meski memang sebagian besar kasus cacar monyet baru terlihat pada pria yang berhubungan seksual dengan sesama jenis atau biseksual. Tapi para ahli memperingatkan bahwa sejatinya, siapa pun berpotensi berisiko terinfeksi cacar monyet.

Penularannya sendiri, biasanya melalui kontak dengan lesi kulit atau cairan tubuh hewan atau orang yang positif terinfeksi. Selain itu bisa juga melalui kontak erat dengan bahan atau benda yang terkontaminasi virus.

BACA JUGA:Virus CMV Jadi Dalang Penyebab Hepatitis Akut Misterius?

BACA JUGA:Sudah Menyebar hingga Korea, Virus Cacar Monyet Belum Telan Korban Jiwa

1
2