Share

Mengenal Manik Bipolar Terkait Kabar Marshanda Sempat Hilang di LA

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 09:27 WIB
$detail['images_title']
Marshanda (Foto : IG/@marshanda99)

MARSHANDA dikabarkan diduga mengalami manik sebelum dinyatakan hilang di Los Angeles, Amerika Serikat. Kondisi itu yang membuat sahabatnya, @sheilasalss, cukup khawatir akan keselamatan Marshanda.

Di sisi lain, banyak masyarakat kurang begitu paham dan familiar dengan episode manik yang dialami Marshanda. Apa sebetulnya manik itu dan benarkah itu bagian dari gangguan bipolar?

Marshanda Manik Bipolar

Menurut laman Healthy Place, episode manik adalah periode suasana hati yang sangat tinggi dan diperlukan untuk diagnosis gangguan bipolar tipe I. Episode manik pada bipolar tidak selamanya baik, tapi bisa di luar nalar dan menyebabkan tekanan besar atau gangguan hidup bagi penderitanya.

BACA JUGA : Kenali Gejala Manik Bipolar Terkait Kabar Sempat Hilangnya Marshanda di Los Angeles

Gejala manik bisa dilihat dalam beberapa kondisi berikut ini:

1. Harga diri berlebihan, merasa sangat dekat dengan Tuhan, percaya akan kekuatan Tuhan

2. Kegembiraan atau iritabilitas yang ekstrem

3. Peningkatan yang luar biasa dalam perilaku seksual

4. Impulsif dan ingin mengeluarkan banyak uang untuk berbelanja

5. Ide yang ada di pikiran teramat banyak dan dianggap brilian

6. Terlalu fokus pada tujuan sampai mengabaikan hal lain

7. Mengalihkan perhatian dari orang lain karena merasa dirinya luar biasa

8. Tidak tidur atau tidur tapi sangat sedikit

BACA JUGA : Marshanda Ditemukan setelah 2 Hari Hilang, Sahabat: Dia Baik-baik Saja

Lantas, seperti apa episode manik itu bisa digambarkan lebih sederhana?

Perilaku penderita bipolar yang sedang manik bisa terlihat dari hal-hal berikut ini:

1. Mengenakan pakaian secara terburu-buru atau acak-acakan

2. Mengenakan pakaian yang tidak biasa untuk menarik perhatian

3. Lebih agresif dari biasanya

4. Kewaspadaan berlebihan

5. Membuat keputusan yang buruk dalam semua aspek kehidupan, bahkan tidak masuk akal

Perlu diketahui, episode manik bisa menyebabkan penderita bipolar amat berbahagia atau super sensitif. Tapi, seperti terlihat dari gejala di atas, saat penderita bipolar sedang memasuki episode manik, dan kebetulan dalam kondisi yang baik luar biasa, itu akan sangat menyenangkan.

"Mereka merasa sangat baik tentang diri mereka sendiri dan terlibat dalam perilaku yang menyenangkan, seperti menghabiskan uang dengan sangat mudah atau berhubungan seks dengan penuh gairah. Di momen ini juga, mereka percaya mereka sangat kreatif dan cerdas, sehingga ide kreasi terus bermunculan. Mereka di atas segalanya," kata laman kesehatan mental tersebut, dikutip MNC Portal, Selasa (28/6/2022).

Tapi, ada juga episode manik yang merugikan, baik untuk si penderita maupun orang di sekitarnya. Ini terjadi karena episode manik yang dialaminya membuat dia sangat mudah tersinggung.

Satu contohnya, saat penderita bipolar sedang manik tapi sangat sensitif dan gampang tersinggung, ide-ide yang dianggap mereka brilian dibantah karena kurang rasional, maka penderita bipolar itu akan sangat kesal akibat idenya tidak dipahami sebagai bagian dari kejeniusannya.

"Semakin lama seseorang berada di episode manik, semakin besar juga kemungkinan mereka menjadi mudah tersinggung. Kemarahannya bahkan sulit dikendalikan dan dapat meningkat menjadi masalah yang jauh lebih serius," terang laporannya.

Sayangnya, bagi penderita bipolar, kedua situasi tersebut dianggap 'benar' dan melekat dalam diri mereka, sehingga dianggap masuk akal. Tapi, sekali lagi, episode manik tidak semuanya berujung baik, karena bisa membahayakan orang lain, ya, setidaknya membuat orang lain cemas dan khawatir.

"Perilaku ini perlu intervensi serius," tegas laporannya.

Setelah episode manik berlalu, mungkin si penderita bipolar akan melihat bahwa kejadian saat manik yang dilaluinya tidak realistis, tidak nyata, dan tidak sesuai dengan kenyataan. Perasaan ini tidak muncul saat episode manik berlangsung.

1
2