Share

Kenapa Luka Diabetes Susah Sembuh? Begini 3 Alasannya

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 18:15 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Diabetes. (Foto: Shutterstock)

KETIKA seseorang penderita diabetes terluka, biasanya luka tersebut akan sulit untuk mengering dan sembuh secara alami. Pasalnya, mereka yang menderita memang memiliki kadar glukosa darah yang tinggi.

Ahli bedah vaskular di Geisinger Community Medical Center Dr. David Phang mengatakan, orang dengan diabetes perlu memantau tubuh mereka. Dan bila ditemukan luka, pastikan bahwa luka kecil itu dirawat dengan benar untuk mencegah komplikasi serius di masa depan.

Sebab jika tidak, maka luka tersebut bisa berkembang menjadi masalah serius. Jika mengalami komplikasi serius seperti infeksi, maka memerlukan perawatan medis darurat, pembedahan, atau bahkan amputasi.

Diabetes

Lantas, apa saja sih penyebab luka diabetes susah sembuh? Berikut 3 alasannya, seperti dirangkum dari situs Geisinger.

Gula darah yang tinggi

Seperti disebutkan tadi, bahwa salah satu penyebab luka diabetes susah sembuh adalah gula darah yang tinggi. Kadar glukosa yang tinggi dapat mengganggu lingkungan mikro arteri Anda, dan ketika itu tidak seimbang, maka pembuluh darah Anda dapat menjadi kaku dan menyempit dengan cepat.

Pengurangan aliran darah ini menurunkan jumlah oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sel-sel Anda untuk berfungsi dengan baik. Jika sel-sel yang bertanggung jawab untuk penyembuhan luka tidak berfungsi secara optimal, maka luka Anda dapat memburuk, dan dalam kasus yang parah bisa memerlukan amputasi.

Fungsi kekebalan tubuh berkurang

Penyebab lainnya yakni fungsi kekebalan tubuh yang berkurang akibat diabetes. Bila Anda menderita diabetes, tubuh Anda menghasilkan enzim dan hormon yang membuat sistem kekebalan tubuh Anda kurang efektif. Hal ini dapat menyebabkan infeksi yang dapat menyebabkan luka diabetes membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dan memerlukan perhatian medis.

Neuropati

Diabetes dan gula darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan saraf yang disebut neuropati diabetik. Neuropati menyebabkan kesemutan dan mati rasa, yang akan membuat Anda lebih sulit merasakannya jika Anda terluka. Jika Anda menderita neuropati dan misalnya ada benda di sepatu Anda lalu melukai kaki Anda, maka Anda mungkin tidak merasakannya.

Akibatnya, Anda mungkin mengalami trauma berulang tanpa menyadarinya. Kelak, luka yang kecil tersebut bisa menjadi masalah besar. Itu sebabnya memeriksakan tubuh Anda setiap hari penting untuk menghindari komplikasi di masa depan.

1
2