Share

BPOM: Vaksin Merah Putih Pakai Virus dari Pasien Covid-19 di Surabaya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 18:00 WIB
$detail['images_title']
Kepala Badan POM dan Ketua Peneliti Vaksin Merah Putih, (Foto: Tangkapan layar konpers virtual)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan bahwa pengembangan Vaksin Merah Putih seluruhnya adalah hasil karya anak bangsa Indonesia.

Bahkan, virus yang dipakai untuk pembuatan vaksin berasal dari pasien positif Covid-19 Indonesia.

"Vaksin Merah Putih Unair-Biotis ini mengambil virus langsung dari tubuh pasien Covid-19 yang dirawat di Surabaya, Jawa Timur," papar Kepala BPOM Penny K. Lukito, dalam konferensi pers ‘Kick Off Uji Klinis Fase 3 Vaksin Merah Putih’, Senin (27/6/2022).

Vaksin Merah Putih adalah jenis vaksin inactivated virus. Artinya, vaksin terbuat dari tubuh lengkap virus yang dinonaktifkan, kemudian diteliti melalui proses panjang hingga akhirnya diproduksi dalam bentuk vaksin.

Virus kemudian dikelola oleh para peneliti di laboratorium, termasuk dimatikan, sehingga bisa dipakai untuk pembuatan vaksin Covid-19.

Vaksin ini sendiri sekarang sudah memasuki uji klinis fase 3 yang artinya tinggal selangkah lagi sampai akhirnya mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) lalu bisa dipakai untuk program vaksinasi masyarakat luas.

Ketua Peneliti Vaksin Merah Putih, Profesor Fedik Abdul Rantam membenarkan bahwa virus Covid-19 yang dikembangkan menjadi Vaksin Merah Putih berasal dari tubuh pasien Indonesia. Antigen yang didapat ini, kemudian diisolasi dan memenuhi kriteria untuk dikembangkan menjadi vaksin.

Ia menerangkan, proses isolasi virus yang dilakukan pada kasus awal Covid-19 di Indonesia memerlukan waktu yang panjang sampai akhirnya 12 Mei 2020 isolat virus berhasil didapatkan. Dari total 59 yang didapat, akhirnya hanya satu isolat yang lolos dan layak.

"Awalnya kami menerima 59 sampel virus Covid-19 yang diambil dari pasien Covid-19 di Surabaya. Lalu, kami isolasi virus itu dan yang 'bertahan' hanya 27 isolat. Dari 27 ini, kemudian kami validasi menjadi tiga  isolat yang berpotensi dikembangkan. Pada akhirnya hanya satu isolat virus yang dipakai dalam pengembangan virus," tutur Prof. Fedik.

BACA JUGA:Uji Klinis Fase 3 Vaksin Merah Putih Butuh 4005 Subjek Penelitian

BACA JUGA:Vaksin Merah Putih Diprediksi Bisa Kantongi Izin BPOM Tepat 17 Agustus

1
2