Share

Viral Ibu Minta Ganja Medis untuk Anaknya, Ini Plus Minus Cannabis untuk Kesehatan

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 14:20 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Ganja. (Foto: Reuters)

AJANG Car Free Day (CFD) Jakarta kemarin cukup banyak menyedot perhatian para netizen. Pasalnya, dalam ajang CFD tersebut ada aksi seorang ibu yang memegang Poster tersebut bertuliskan "Tolong, Anakku Butuh Ganja Medis".

Aksi ibu tersebut diunggah oleh penyanyi Andien, di akun twitter pribadinya @andienaisyah. Dia pun menjelaskam, nama itu tersebut adalah Santi. Di bersama anaknya yang bernama Pika yang didorongnya menggunakan kursi roda di CFD.

Berdasarkan keterangan si ibu, diketahui Pika mengidap penyakit Cerebral Palsy atau gangguan pada otak yang mempengaruhi gerakan dan tonus otot atau postur tubuh. Tapi benarkah ganja, yang saat ini sama sekali tidak boleh digunakan di Indonesia, memiliki efek untuk pengobatan?

Daun Ganja

Ganja berasal dari tanaman latin bernama Cannabis Sativa. Ia memiliki bahan aktif yang disebut THC, yang membuat Anda merasa mabuk atau high. THC dan bahan lain dalam ganja juga bisa memengaruhi kinerja tubuh Anda.

Di negara Eropa dan Kanada, ganja telah dikembangkan sebagai obat untuk berbagai kondisi, termasuk penyakit kulit, kelemahan penurunan berat badan akibat kanker, nyeri kronis, gangguan tidur, penyakit mata dan skizofrenia. Tapi yang paling manjur menurut para ahli, ganja efektif mengobati Multiple sclerosis (penyakit saraf).

Sedangkan di Amerika, ganja digunakan untuk meringankan rasa sakit akibat kanker. Sejauh ini Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) telah menyetujui obat Dronabinol yang mengandung ganja. Sedangkan marinol masih dalam penelitian.

Selain itu, ganja juga memiliki sejumlah manfaat lainnya bagi kesehatan, yang mungkin jarang diketahui banyak orang. Misalnya, mencegah glaukoma, meningkatkan kapasitas paru, mencegah kejang karena epilepsi, dan mematikan beberapa sel kanker.

Meski memiliki manfaat positif dalam hal kesehatan. Penggunaan ganja tidak disarankan terlalu banyak. Pasalnya hal tersebut bisa menimbulkan kerugian bagi diri Anda. Mulai dari kurangnya kualitas sperma, kecemasan berlebih, tekanan darah rendah, dan lainnya. Bahan aktifnya juga bisa membuat pusing, hingga efek pada setiap organ dalam tubuh termasuk saraf pusat, jantung, endokrin dan sistem kekebalan tubuh.

Ganja yang dipercaya ahli kesehatan memiliki manfaat untuk meringankan sakit kronis bukanlah untuk anak-anak. Bagi orang dewasa pun, dosisnya harus berdasarkan penelitian ilmiah, pengujian dan pendapat para ahli.

Senyawa aktif pada ganja bisa menimbulkan perasaan bahagia dan kecanduan sehingga sejumlah penelitian masih terus meneliti takaran atau dosis yang tepat dalam pengobatan.

1
2